Monday, August 24, 2020
Blog, Sudahkah Tergantikan Vlog?
Saturday, June 7, 2014
Ketika Musim Debat (pendukung) Tiba
Pilpres (Pemilihan Presiden) tinggal sebulan lebih beberapa hari lagi. Calon Presiden dan Wakil Presidennya sudah diberi nomor masing-masing-masing. Kampanye terbatas sudah dimulai, dengan kampanye terbuka yang masih seminggu lagi dimulainya.
Di media sosial, Facebbok, Twitter, Path, dan lainnya bertebaran "meme", karikatur, foto, ilustrasi dan juga banyak bentuk lainnya yang membicarakan (boleh disebut: menyendaguraukan) dua capres ini. Pertempuran di dunia maya terjadi antar 2 kubu pendukung. Sindiran, pantun, olok-olok, sampai opini yang direkayasa menjadi fakta yang seolah resmi membuat kita mengernyitkan dahi, mengerutkan kening dan menyimpulkan senyum, ah mengeringkan gigi juga ternyata dengan terbahak-bahannya tertawa lepas kita ketika membaca atau melihatnya di gawai kita masing-masing.
Saudara, mengapa kita berperang dengan teman, kerabat, saudara, kekasih dan handai taulan kita? Lupakah kita dengan pokok pikiran demokrasi yang sebenarnya? Apa sih yang kita peroleh ketika kita merasa lawan kita yang mendukung capres sebelah kalah dan diam seribu basa dengan celotehan, sindiran, bahkan makian kita yang menyerang capresnya?
Torang samua basudara, kita semua bersaudara teman, satu negara, satu kata ketika menyebut Sumpah Pemuda, satu syair dan nada ketika berdiri meletakkan tangan kanan di dada atau telapak kanan di depan topi saat bernyanyi Indonesia Raya.
Ini Indonesia kita, mari tidak lupa ketika satu saat kita sama berteriak keras : Golllll di kala penyerang PSSI menyarangkan si kulit bundar ke gawang lawan dari negara tetangga. Ingatkah kita sama-sama terkekeh mendengar, kemudian menirukan ungkapan "jebreddddd" dari pembawa acara keberhasilan tim sepakbola usia di bawah 19 tahun PSSI? Atau di saat sama-sama membahas kenaikan harga cabe yang di luar nalar?
Mari lihat sebelah kita adalah saudara kita. Di depan dan belakang adalah kawan sepermainan kita, yang ber-KTP elektronika dengan kesalahan sama pada gambar peta negeri tercinta.
Mari saudara, perbedaan pandangan dan pilihan pada capres jangan membuat kita terpecah belah. Kita sedang menghadapi Pesta Demokrasi, bukan menghadapi Penjajah yang bisa memecah belah dengan "Devide et Impera".
Mari menghadapi Pesta ini dengan damai, santun, dan penuh kasih. Siapapun pilihan kita, walaupun berbeda, kita tetap Satu Indonesia.
Merdeka.
Tuhan memberkati bangsa dan negara kita. Satu atau Dua, kita tetap bersaudara!
Kunjungi Blog Online Shop Saya
Dari powerbanks sampai mainan anak dan lainnya.
Terima kasih.
GBU all.
Friday, May 9, 2014
Renungan Harian 9 Mei 2014
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 9 Mei 2014
Bacaan : Yosua 2:8-24
Setahun: 2 Raja-Raja 21-23
Nats: Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah
semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu,
ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah. (Yosua 2:11)
Judul:
ANUGERAH-NYA YANG AJAIB
Di mata manusia mana mungkin pelacur memperoleh keselamatan.
Diukur dari standar agama mana pun pelacur sangat tidak layak untuk
menerima keselamatan. Namun, jika Tuhan berkenan menyelamatkannya,
memangnya kenapa? Keselamatan bukanlah upah dari kebaikan manusia,
melainkan pemberian Allah karena kasih dan anugerah-Nya semata.
Anugerah yang direspon dengan iman. Oleh iman, manusia menyambut
keselamatan itu. Anugerah-Nya memang ajaib.
Hal itu dialami oleh Rahab, seorang pelacur bangsa Kanaan. Ia
mengakui bahwa Tuhan Allah Israel adalah "Allah di langit di atas
dan di bumi di bawah" (ay. 11). Ini sebuah pernyataan teologis yang
mendalam. Bagaimana Rahab memiliki pemahaman iman seperti itu? Ia
tidak mendapatkan pendidikan teologia. Ia memperolehnya melalui
penyataan Allah, melalui alam karya ciptaan-Nya dan melalui sejarah
bangsa Israel yang sampai ke telinga bangsa Kanaan. Iman Rahab juga
terlihat dengan jelas dari permintaannya kepada dua mata-mata Israel
agar mereka menyelamatkan dirinya dan keluarganya ketika Tuhan
menyerahkan Yerikho ke dalam tangan Israel kelak. Ini adalah
pernyataan iman yang dinamis, yang percaya bahwa Tuhan akan
bertindak sesuai dengan kedaulatan dan kuasa-Nya.
Anugerah Tuhan tidak pandang bulu. Oleh karena itu, kita tidak boleh
menghakimi orang yang mau menerima anugerah Tuhan. Kita malah harus
bersyukur dan mendorong orang tersebut merespon anugerah itu dengan
sikap yang sepadan, yaitu dengan beriman dan menerima Tuhan Yesus
sebagai Juruselamat pribadinya. --Eddy Nugroho /Renungan Harian
KALAU KITA TIDAK BISA MERAIHNYA DENGAN KEKUATAN SENDIRI,
BERARTI HARUS ADA YANG MEMBERIKANNYA. ITULAH ANUGERAH.
e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2014/05/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yosua+2:8-24
Yosua 2:8-24
8 Tetapi sebelum kedua orang itu tidur, naiklah perempuan itu
mendapatkan mereka di atas sotoh
9 dan berkata kepada orang-orang itu: "Aku tahu, bahwa TUHAN telah
memberikan negeri ini kepada kamu dan bahwa kengerian terhadap
kamu telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini
gemetar menghadapi kamu.
10 Sebab kami mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air Laut
Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir,
dan apa yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori yang di
seberang sungai Yordan itu, yakni kepada Sihon dan Og, yang
telah kamu tumpas.
11 Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah
semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu,
ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah.
12 Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi TUHAN, bahwa karena aku
telah berlaku ramah terhadapmu, kamu juga akan berlaku ramah
terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda
yang dapat dipercaya,
13 bahwa kamu akan membiarkan hidup ayah dan ibuku,
saudara-saudaraku yang laki-laki dan yang perempuan dan semua
orang-orang mereka dan bahwa kamu akan menyelamatkan nyawa kami
dari maut."
14 Lalu jawab kedua orang itu kepadanya: "Nyawa kamilah jaminan
bagi kamu, asal jangan kaukabarkan perkara kami ini; apabila
TUHAN nanti memberikan negeri ini kepada kami, maka kami akan
menunjukkan terima kasih dan setia kami kepadamu."
15 Kemudian perempuan itu menurunkan mereka dengan tali melalui
jendela, sebab rumahnya itu letaknya pada tembok kota, jadi pada
tembok itulah ia diam.
16 Berkatalah ia kepada mereka: "Pergilah ke pegunungan, supaya
pengejar-pengejar itu jangan menemui kamu, dan bersembunyilah di
sana tiga hari lamanya, sampai pengejar-pengejar itu pulang;
kemudian bolehlah kamu melanjutkan perjalananmu."
17 Kedua orang itu berkata kepadanya: "Kami akan bebas dari sumpah
kami ini kepadamu, yang telah kausuruh kami ikrarkan--
18 sesungguhnya, apabila kami memasuki negeri ini, haruslah tali
dari benang kirmizi ini kauikatkan pada jendela tempat engkau
menurunkan kami, dan ayahmu serta ibumu, saudara-saudaramu serta
seluruh kaum keluargamu kaukumpulkan di rumahmu.
19 Setiap orang yang keluar nanti dari pintu rumahmu, harus sendiri
menanggung akibatnya, kalau darahnya tertumpah, dan kami tidak
bersalah; tetapi siapapun juga yang ada di dalam rumahmu, jika
ada orang yang menciderainya, kamilah yang menanggung akibat
pertumpahan darahnya.
20 Tetapi jika engkau mengabarkan perkara kami ini, maka bebaslah
kami dari sumpah kepadamu itu, yang telah kausuruh kami
ikrarkan."
21 Perempuan itupun berkata: "Seperti yang telah kamu katakan,
demikianlah akan terjadi." Sesudah itu dilepasnyalah orang-orang
itu pergi, maka berangkatlah mereka. Kemudian perempuan itu
mengikatkan tali kirmizi itu pada jendela.
22 Merekapun pergilah dan tiba di pegunungan. Mereka tinggal di
sana tiga hari lamanya, sampai pengejar-pengejar itu pulang.
Pengejar-pengejar itu telah mencari di mana-mana sepanjang jalan
tanpa menemukan mereka.
23 Maka pulanglah kedua orang itu, mereka turun dari pegunungan,
lalu menyeberang dan sampai kepada Yosua bin Nun, kemudian
mereka ceritakan segala pengalaman mereka.
24 Kata mereka kepada Yosua: "TUHAN telah menyerahkan seluruh
negeri ini ke dalam tangan kita, bahkan seluruh penduduk negeri
itu gemetar menghadapi kita."
Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?2+Raja-Raja+21-23
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/2+Raja-Raja+21-23
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria
Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
Monday, May 5, 2014
Please visit my new online shop blog beyeshop.blogspot.com
Thanks in advanced.
GBU all.
Jualannya BeYe
Tuesday, May 7, 2013
Fwd: (e-RH) Mei 07 -- BUKAN SEKADAR KATA
Sent from my blessing device @bambang_yongky
Begin forwarded message:
From: e-RH <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Date: May 6, 2013, 22:10:00 GMT+07:00
To: e-RH <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Subject: (e-RH) Mei 07 -- BUKAN SEKADAR KATA
Reply-To: e-RH <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 7 Mei 2013
Bacaan : Kolose 3:5-17
Setahun: 2 Raja-Raja 16-17
Nats: Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau
perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus,
sambil mengucap syukur melalui Dia kepada Allah, Bapa kita.
(Kolose 3:17)
Judul:
BUKAN SEKADAR KATA
Joyce Meyer, penulis dan pengkhotbah televisi, suatu saat bersama
suaminya, Smith, mengunjungi restoran favorit mereka. Setelah
memesan menu, seorang pelayan membawa baki berisi pesanan mereka.
Tanpa disengaja baki itu tumpah dan isinya menimpa Smith yang saat
itu mengenakan jas kesukaannya.
Smith yang sial itu tersenyum sambil berkata, "Tidak apa-apa,
semuanya baik-baik saja." Joyce turut membantu dan membereskan
makanan dan minuman yang berceceran di lantai dan di tubuh Smith
sambil tetap bersikap ramah. Bukan hanya itu, mereka berdua menemui
pemilik restoran, meminta agar ia tidak memecat pelayan yang baru
saja bertindak ceroboh itu.
Melihat tanggapan Joyce dan suaminya, pelayan itu membungkuk untuk
meminta maaf dan berkata, "Saya sungguh-sungguh minta maaf. Saya
baru bekerja di sini. Saya gugup dan merasa seperti bermimpi ketika
bertemu langsung dengan Ibu. Saya selalu mengikuti khotbah Ibu di
televisi setiap hari."
Ya, kira-kira apa yang akan terjadi seandainya Joyce dan suaminya
bersikap sebaliknya? Tak ayal semua khotbahnya yang didengar pelayan
itu melalui televisi akan menjadi sia-sia. Dan, pelayan itu akan
mengingat Joyce sebagai seorang pengkhotbah yang munafik.
Kadang-kadang Allah menguji integritas dan bobot perkataan kita
melalui peristiwa yang tidak disangka-sangka. Tanggapan kita
terhadap peristiwa itu menunjukkan kualitas karakter kita yang
sesungguhnya. Karena itu, hendaklah kita melakukan segala sesuatu
dengan mata yang tertuju kepada Allah. Kiranya kita tidak terpeleset
ke dalam sikap yang memalukan. --PRB
SIKAP DAN PERILAKU KITA ADALAH ILUSTRASI KHOTBAH YANG PALING EFEKTIF.
e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/05/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/05/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kolose+3:5-17
Kolose 3:5-17
5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi,
yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga
keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,
6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang
durhaka).
7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di
dalamnya.
8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram,
kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.
9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah
menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,
10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus
diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut
gambar Khaliknya;
11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang
bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit,
budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di
dalam segala sesuatu.
12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan
dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan,
kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang
akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang
lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat
jugalah demikian.
14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat
yang mempersatukan dan menyempurnakan.
15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu,
karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan
bersyukurlah.
16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di
antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan
menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur,
dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada
Allah di dalam hatimu.
17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau
perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus,
sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.
Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?2+Raja-Raja+16-17
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/2+Raja-Raja+16-17
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria
Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
-----------------------------------------------------------------------------
CrossConnect provides VPN service for remote workers. Contact sales@xc.org.
(e-RH) Mei 06 -- HATI YANG MIRING
Sent from my blessing device @bambang_yongky
Begin forwarded message:
From: e-RH <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Date: May 5, 2013, 22:10:00 GMT+07:00
To: e-RH <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Subject: (e-RH) Mei 06 -- HATI YANG MIRING
Reply-To: e-RH <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 6 Mei 2013
Bacaan : 1 Raja-raja 11:1-14
Setahun: 2 Raja-Raja 14-15
Nats: Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu
mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak
dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti
Daud, ayahnya. (1 Raja-raja 11:4)
Judul:
HATI YANG MIRING
Jatuh cinta, berjuta rasanya... Syair lagu ini populer pada era
1970-an. Lagu itu menggambarkan betapa cinta bisa menjungkirbalikkan
perasaan orang yang mengalaminya. Jatuh cinta memang merupakan
perasaan yang sangat kuat. Kebiasaan, tabiat, dan minat seseorang
dapat berubah olehnya. Kita tidak bisa mencegah diri kita jatuh
cinta. Namun, benarkah dorongan cinta tidak dapat dikendalikan?
Apakah jatuh cinta harus diikuti dengan pernikahan?
Raja Salomo juga jatuh cinta. Bukan hanya terhadap seorang
perempuan, melainkan banyak, dan mereka adalah perempuan asing (ay.
1). Padahal, Tuhan sudah melarang orang Israel menikahi perempuan
yang bukan bangsanya sendiri (ay. 2). Tujuannya adalah agar mereka
tetap setia kepada Tuhan yang esa (ay. 2). Sedemikian banyak istri
dan gundiknya itu (ay. 3) sampai-sampai akhirnya Salomo terseret
hatinya menyembah ilah lain. Dengan mendirikan bukit pengurbanan
untuk para dewa yang menjijikkan, ia menyakiti hati Tuhan yang telah
begitu baik kepadanya. Ia memilih untuk menyenangkan hati para
istrinya daripada menyenangkan hati Tuhan.
Apakah saat ini kekasih Anda berpotensi mengalihkan kecintaan Anda
pada Tuhan? Adakah seseorang mencuri hati Anda sedemikian rupa
sehingga Anda mulai berpikir untuk meninggalkan iman Anda? Ingatkan
kembali diri Anda akan kebaikan-Nya. Jangan khianati Dia yang telah
menyerahkan hidup-Nya kepada Anda. Tuhan mengasihi Anda dengan kasih
yang sempurna. Sepatutnyalah kita berpaut dengan sepenuh hati
kepada-Nya. --HEM
BIARLAH KITA JATUH CINTA DENGAN SEPENUH HATI KEPADA TUHAN
SEHINGGA KEHIDUPAN KITA PUN MEMULIAKAN NAMA-NYA.
e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/05/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/05/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+11:1-14
1 Raja-raja 11:1-14
1 Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping
anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom,
Sidon dan Het,
2 padahal tentang bangsa-bangsa itu TUHAN telah berfirman kepada
orang Israel: "Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan
merekapun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya
mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka."
Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta.
3 Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga
ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada
TUHAN.
4 Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu
mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak
dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti
Daud, ayahnya.
5 Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan
mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon,
6 dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak
dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya.
7 Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengorbanan bagi Kamos,
dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung di sebelah timur
Yerusalem dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan bani Amon.
8 Demikian juga dilakukannya bagi semua isterinya, orang-orang
asing itu, yang mempersembahkan korban ukupan dan korban
sembelihan kepada allah-allah mereka.
9 Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab
hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang
telah dua kali menampakkan diri kepadanya,
10 dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya
jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak
berpegang pada yang diperintahkan TUHAN.
11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Salomo: "Oleh karena begitu
kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan
segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka
sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan
akan memberikannya kepada hambamu.
12 Hanya, pada waktu hidupmu ini Aku belum mau melakukannya oleh
karena Daud, ayahmu; dari tangan anakmulah Aku akan
mengoyakkannya.
13 Namun demikian, kerajaan itu tidak seluruhnya akan Kukoyakkan
dari padanya, satu suku akan Kuberikan kepada anakmu oleh karena
hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem yang telah Kupilih."
14 Kemudian TUHAN membangkitkan seorang lawan Salomo, yakni Hadad,
orang Edom; ia dari keturunan raja Edom.
Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?2+Raja-Raja+14-15
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/2+Raja-Raja+14-15
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria
Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
-----------------------------------------------------------------------------
CrossConnect provides VPN service for remote workers. Contact sales@xc.org.
Friday, July 20, 2012
Renungan Harian Jumat, 20 Juli 2012
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 20 Juli 2012
Bacaan : 1 Tesalonika 3:1-13
Setahun: Hosea 8-14
Nats: Itulah sebabnya, ketika tidak dapat tahan lagi, aku mengirim
dia, supaya aku tahu tentang imanmu, karena aku khawatir
kalau-kalau kamu telah dicobai oleh si penggoda dan kalau-kalau
usaha kami menjadi sia-sia. (1 Tesalonika 3:5)
Judul:
GALAU
Galau. Ini istilah yang ingin menunjukkan sebuah perasaan yang
tidak keruan, tidak tenang, atau risau, apapun penyebabnya. Ketika
seseorang menjumpai sebuah kondisi yang membuat ia merasa tak keruan
dan tak tenang, sepertinya ia berhak merasa galau. Namun, mungkin
saja setelah ditelusuri, sebenarnya rasa galau bisa berasal dari hal
yang sangat sepele dan kurang tepat dijadikan penyebab kegalauan.
Paulus pernah galau dan itu sangat memengaruhi perasannya. Namun,
kegalauan itu tak membuatnya duduk merenung dalam nestapa. Ia
menindaklanjuti rasa galaunya dengan mengirim Timotius mengunjungi
jemaat Tesalonika. Ia berharap Timotius bisa menasihati dan
menghibur mereka (ayat 2). Rasa galaunya pun berubah menjadi
sukacita setelah ia mendengar kabar dari mereka (ayat 6-7). Rasa
galau itu sesungguhnya bersumber pada cintanya kepada orang-orang
yang ia layani. Perasaannya tak keruan karena ia tidak dapat
mengikuti perkembangan pelayanannya. Ia juga risau kalau-kalau
orang-orang yang ia layani mengalami kesulitan bertumbuh. Saya
menyebut ini sebagai rasa galau yang ilahi.
Betapa berharganya rasa galau yang tidak bersumber pada diri kita
sendiri. Galau yang ilahi terjadi ketika kita mencoba satu perasaan
dengan Tuhan. Selama ini, seberapa dalam kita peduli dengan
pelayanan kita? Pernahkah kita merasa hati tidak keruan ketika
melihat orang yang kita layani tidak bertumbuh sebagaimana mestinya?
Juga, karena pelayanan yang kita jalani tidak berjalan sebagaimana
kita harapkan? Lalu, bagaimana selama ini kita menindaklanjuti
kecemasan seperti itu? --PBS
KITA BOLEH MERASA RESAH APABILA KITA YAKIN BAHWA ITU PUN
YANG SEDANG DIRASAKAN ALLAH.
e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-07-20
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/07/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/07/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?1+Tesalonika+3:1-13
1 Tesalonika 3:1-13
1 Kami tidak dapat tahan lagi, karena itu kami mengambil keputusan
untuk tinggal seorang diri di Atena.
2 Lalu kami mengirim Timotius, saudara yang bekerja dengan kami
untuk Allah dalam pemberitaan Injil Kristus, untuk menguatkan
hatimu dan menasihatkan kamu tentang imanmu,
3 supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena
kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita
ditentukan untuk itu.
4 Sebab, juga waktu kami bersama-sama dengan kamu, telah kami
katakan kepada kamu, bahwa kita akan mengalami kesusahan. Dan
hal itu, seperti kamu tahu, telah terjadi.
5 Itulah sebabnya, maka aku, karena tidak dapat tahan lagi, telah
mengirim dia, supaya aku tahu tentang imanmu, karena aku kuatir
kalau-kalau kamu telah dicobai oleh si penggoda dan kalau-kalau
usaha kami menjadi sia-sia.
6 Tetapi sekarang, setelah Timotius datang kembali dari kamu dan
membawa kabar yang menggembirakan tentang imanmu dan kasihmu,
dan bahwa kamu selalu menaruh kenang-kenangan yang baik akan
kami dan ingin untuk berjumpa dengan kami, seperti kami juga
ingin untuk berjumpa dengan kamu,
7 maka kami juga, saudara-saudara, dalam segala kesesakan dan
kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu.
8 Sekarang kami hidup kembali, asal saja kamu teguh berdiri di
dalam Tuhan.
9 Sebab ucapan syukur apakah yang dapat kami persembahkan kepada
Allah atas segala sukacita, yang kami peroleh karena kamu, di
hadapan Allah kita?
10 Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu
muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada
imanmu.
11 Kiranya Dia, Allah dan Bapa kita, dan Yesus, Tuhan kita,
membukakan kami jalan kepadamu.
12 Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan
berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan
terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu.
13 Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di
hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan
kita, dengan semua orang kudus-Nya.
Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Hosea+8-14
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Hosea+8-14
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria
Jesus Christ love us.
Sent from my blessful BlackBerry®
Wednesday, June 20, 2012
Sekedar Pengingat
(please visit and enjoying my blog at:
http://ricky2phos.wordpress.com
thank you :)
Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR
Jika setiap do'a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR
Seorang yang dekat dengan TUHAN, bukan berarti tidak ada air mata
Seorang yang TAAT pada TUHAN, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN
Seorang yang TEKUN berdo'a, bukan berarti tidak ada masa masa SULIT
Biarlah TUHAN yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena TUHAN TAU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK
Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN
Ketika hatimu terluka sangat dalam.., maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN
Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung,
maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAH - HATIAN
Tetap semangat..
Tetap sabar..
Tetap tersenyum...
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN
TUHAN menaruhmu di "tempatmu" yang sekarang, bukan karena "KEBETULAN"..
Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan
kenyamanan.
MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA.
please visit and enjoying my blog at:
http://ricky2phos.wordpress.com
thank you :)
_
Jesus Christ love us.
Sent from my blessful BlackBerry®
Monday, June 4, 2012
Rajawali dan Badai
Tahukah anda, bahwa rajawali tahu kapan badai muncul jauh sebelum peristiwa terjadi...
Rajawali akan terbang sampai ketinggian tertentu dan menunggu angin itu datang...
ketika pada saat badai itu muncul, dia akan mengembangkan sayapnya sehingga angin akan mengangkatnya keatas badai...
Ketika badai mengamuk dibawahnya, rajawali membumbung tinggi diatasnya...
Rajawali tidak melarikan diri dari badai...
dia memanfaatkan badai untuk mengangkat nya lebih tinggi... dia mengendarai angin yang menimbulkan badai....
Rekan2ku....
Ketika badai kehidupan menerpa kita...
dan kita semua pasti akan mengalaminya...
kita bisa naik diatasnya dengan cara menyetel alam pikiran dan keyakinan kita kepada Tuhan...
Badai tidak perlu menaklukkan kita...
Kita bisa membiarkan kuasa Tuhan mengangkat kita keatasnya...
Tuhan memberi kita kemampuan mengendarai angin yang mengiringi badai yang menyebabkan sakit, tragedi, kegagalan dan kekecewaan dalam kehidupan kita...
kita bisa membubung tinggi diatas badai...
Dan Ingatlah selalu...
Bukan beban yang menyebabkan kita jatuh...
Tetapi cara kita mengatasi beban itulah yang menyebabkannya.. Setetes air matamu....... DIA perhitungkan
Sepatah katamu....... DIA dengarkan
Sesak hatimu yang hancur....... DIA-pun merasakan
Sekecil apapun pergumulanmu....... DIA peduli
DIA menjagamu seperti bola mataNYA
Apapun yang kamu rasa, yakinlah ALLAH selalu setia & peduli.......
Maka itu, janganlah menyerah & putus asa.......
Serahkanlah semuanya....... masalah , beban & kebutuhanmu kedalam tangan Sang Pencipta alam semesta ini.
prom Bandung with lope
@Bambang_Yongky
Friday, March 2, 2012
Ketika Benci Menghampirimu
Hargai mereka yg membencimu,
Karena mereka pengagum setia yg telah menghabiskan waktunya hanya untuk melihat kesalahan2mu...syukuri...
Kadang kamu harus diam, menerima bahwa kamu salah...
Bukan krn menyerah tapi karena kamu diberkati untuk menjadi dewasa....
Ketika Tuhan menyelesaikan masalahmu, kamu memiliki kepercayaan atas kemampuanNya....
Ketika Tuhan seolah2 tidak menyelesaikan masalahmu,itu berarti Dia memiliki kepercayaan atas kemampuanmu...
Have a blessed Friday friends :)
Sent from my heart...
BeYe
Saturday, February 25, 2012
e-RH Sabtu, 25 Februari 2012
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 25 Februari 2012
Bacaan : 2 Korintus 6:1-10
Setahun: Bilangan 5-6
Nats: Dalam hal apa pun, kami tidak menyebabkan orang tersandung,
supaya pelayanan kami jangan sampai dicela. Sebaliknya, dalam
segala hal kami menunjukkan bahwa kami adalah pelayan Allah ...
(2 Korintus 6:3-4)
Judul:
INTEGRITAS SEORANG PELAYAN
Integritas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah "mutu,
sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga
memiliki potensi dan kemampuan yang meman-carkan kewibawaan;
kejujuran". Apabila disederhanakan, kurang lebih demikian artinya:
apa yang kita pikirkan harus sama dengan kita katakan dan apa yang
kita katakan harus sama de-ngan tindakan yang kita lakukan; di mana
pun; kapan pun. Ini terlebih lagi berlaku di dalam pelayanan kita
kepada Allah.
Paulus dan rekan-rekannya telah membuktikan integritas mereka
sebagai pelayan Allah. Perhatikan frasa "dalam segala hal" dalam
ayat 4. Mereka menjaga integritas dalam setiap bagian kehidupan.
Mudah untuk mempraktikkan kasih, kesabaran, kemurnian, dan ketaatan
pada Roh Kudus ketika situasi baik dan orang-orang menghormati kita.
Akan tetapi, dapatkah sikap yang sama dipertahankan ketika kesusahan
melanda, orang-orang mengumpat dan memfitnah kita, keuangan tidak
lancar, dan maut mengancam? Itulah yang diteladankan Paulus dan
rekan-rekannya (ayat 4-10). Dengan menjaga integritas sebagai
pelayan Allah, mereka dapat mendo rong jemaat untuk melakukan hal
yang sama (ayat 1).
Mari memeriksa diri, apakah kita sudah menyatakan sikap sebagai
pelayan Allah dalam seluruh bagian kehidupan, baik itu di rumah,
gereja, lingkungan kerja, sekolah, dan masyarakat? Atau
jangan-jangan, orang lain melihat kita sebagai batu sandungan? Mari
belajar menjadi pelayan Allah yang berintegritas. Tidak menjadi batu
sandungan, tetapi menjadi berkat bagi orang lain. --BWA
STATUS "PELAYAN ALLAH" BUKAN HANYA DI DALAM TEMBOK GEREJA
STATUS ITU BERLAKU DI SETIAP WAKTU DAN SEGALA TEMPAT
e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-02-25
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/02/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/02/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?2+Korintus+6:1-10
2 Korintus 6:1-10
1 Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu
jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah
kamu terima.
2 Sebab Allah berfirman: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan
mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan
menolong engkau." Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu
perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan
itu.
3 Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung,
supaya pelayanan kami jangan sampai dicela.
4 Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah
pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam
penderitaan, kesesakan dan kesukaran,
5 dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam
berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa;
6 dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan
hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik;
7 dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan
menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun
untuk membela
8 ketika dihormati dan ketika dihina; ketika diumpat atau ketika
dipuji; ketika dianggap sebagai penipu, namun dipercayai,
9 sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang
yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang
dihajar, namun tidak mati;
10 sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai
orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak
bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.
Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Bilangan+5-6
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Bilangan+5-6
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria
e-RH Jumat, 24 Februari 2012
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 24 Februari 2012
Bacaan : 1 Tesalonika 2:1-12
Setahun: Bilangan 3-4
Nats: Tidak! Kami tidak berbicara untuk menyenangkan hati orang,
melainkan untuk menyenangkan hati Allah, yang menguji hati kami.
Sebab kami dianggap layak oleh Allah untuk menyebarkan Kabar
Baik itu. (1 Tesalonika 2:4 BIS)
Judul:
SIAPA TUAN KITA?
Ada sebuah lelucon mengenai seorang pendeta yang masuk ke toko
buku Kristen dan memilih beberapa buku. Setelah melihat-lihat har
ganya, ia mendekati pelayan toko dan bertanya: "Apakah ada harga
khusus untuk hamba Tuhan?" Hmm ... ada se orang hamba yang sedang
meminta fasilitas khusus. Menggelikan bukan?
Paulus dan teman-temannya pernah dicurigai sedang mencari hormat
atau keuntungan pribadi me lalui pelayanan. Paulus membantah hal
tersebut dan menegaskan prinsipnya dalam pe la yanan . Ia tahu siapa
tuannya dan kepada siapa ia mencari perkenan. Baginya, Allah adalah
Sang Tuan yang telah memercayainya (trust) dan memercayakan
(entrust) berita Injil kepadanya. Karena itu hanya kepada Allah-lah
ia ha rus mempertanggungjawabkan se mua pelayanannya. Keinginannya
ha nya satu: menyukakan hati Allah yang empunya pelayanan (ayat 4).
Sekalipun baik untuk memperoleh pujian dari manusia, namun bukan itu
yang seharusnya dicari dalam pelayanan (ayat 6). Karena kalau pujian
manusia yang kita kejar, maka bisikan dari Sang Tuan bisa saja kita
abaikan.
Di dalam pelayanan mungkin kerap kali kita lupa siapa "tuan" kita.
Kita lebih sering membuka telinga ke samping daripada ke atas. Kita
lebih suka dan lebih sering mencari komentar dari orang-orang di
sekeliling kita daripada komentar Tuan kita. Lalu berdasarkan
komentar itu kita mengarahkan pelayanan kita. Selama ini, terhadap
komentar siapakah kita lebih merasa nyaman atau terganggu? Para
"tuan" dan sahabat kita di dunia, ataukah Tuan kita di surga? --PBS
KENALI DAN HORMATI TUAN KITA.
CARI PERKENAN PUJIAN HANYA DARI PADA-NYA.
e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-02-24
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/02/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/02/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?1+Tesalonika+2:1-12
1 Tesalonika 2:1-12
1 Kamu sendiripun memang tahu, saudara-saudara, bahwa kedatangan
kami di antaramu tidaklah sia-sia.
2 Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah
dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah
kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah
kepada kamu dalam perjuangan yang berat.
3 Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud
yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya.
4 Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk
mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara,
bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah
yang menguji hati kita.
5 Karena kami tidak pernah bermulut manis--hal itu kamu
ketahui--dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang
tersembunyi--Allah adalah saksi--
6 juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari
kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat
demikian sebagai rasul-rasul Kristus.
7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang
ibu mengasuh dan merawati anaknya.
8 Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan
saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup
kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.
9 Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih
lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan
menjadi beban bagi siapapun juga di antara kamu, kami
memberitakan Injil Allah kepada kamu.
10 Kamu adalah saksi, demikian juga Allah, betapa saleh, adil dan
tak bercacatnya kami berlaku di antara kamu, yang percaya.
11 Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya,
telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi
seorang,
12 dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan
kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan
kemuliaan-Nya.
Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Bilangan+3-4
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Bilangan+3-4
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria
Thursday, February 23, 2012
Renungan Untuk Suami...
Renungan para suami, utk para istri silahkan di broadcast ke suaminya.
1. Kakek berkata, hargai istrimu sebagaimana engkau menghargai ibumu, sebab istrimu juga seorang ibu dari anak2mu.
2. jika marah boleh tidak berbicara dengan istrimu, tapi jgn bertengkar dengannya (membentaknya, mengatainya, memukulnya)
3. jantung rumah adalah seorang istri. Jika hati istri mu tidak bahagia maka seisi rumah akan tampak seperti neraka (tidak ada canda tawa, manja, perhatian). Maka sayangi istrimu agar dia bahagia & kau akan merasa seperti di surga.
4. besar atau kecil gajimu, seorang istri tetap ingin diperhatikan. Dengan begitu maka istrimu akan selalu menyambutmu pulang dengan kasih sayang.
5. 2 org yg tinggal 1 atap (menikah) tidak perlu gengsi, bertingkah, siapa menang siapa kalah. Karena keduanya bukan untuk bertanding melainkan teman hidup selamanya.
6. diluar banyak wanita idaman melebihi istrimu. Namun mereka mencintaimu atas dasar apa yg kamu punya sekarang, bukan apa adanya dirimu. Saat kamu menemukan masa sulit, maka wanita tersebut akan meninggalkanmu dan punya pria idaman lain dibelakangmu.
7. banyak istri yang baik. Tapi diluar sana banyak pria yang ingin mempunyai istri yg baik dan mereka tdk mendapatkannya. Mereka akan menawarkan perlindungan terhadap istrimu. Maka jangan biarkan istrimu meninggalkan rumah karena kesedihan, Sebab ia akan sulit sekali untuk kembali..
8. Ajarkan anak laki2mu bagaimana berlaku thd ibunya, sehingga kelak mereka tahu bagaimana memperlakukan istrinya.... :)
TUHAN memberkati kita...
Best Regards,
BeYe
@Bambang_Yongky
Tuesday, February 21, 2012
(e-RH) Februari 21 -- PURA-PURA TULI
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Judul: PURA-PURA TULI Seorang perempuan yang terkenal suka bergunjing mendatangi raja Kita kerap mendapat kesan buruk tentang Saul, raja pertama Israel. Apakah pendapat miring dan bernada nyinyir dari orang lain, saat KITA PERLU SELEKTIF DALAM HAL MENDENGAR e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-02-21 1 Samuel 10:17-27 17 Kemudian Samuel mengerahkan bangsa itu ke hadapan TUHAN di Mizpa Bacaan Alkitab Setahun: e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA |
Sunday, February 19, 2012
[SITYB] Memilih untuk Menjadi Seorang Dokter
Secarik surat untuk dokter, mahasiswa kedokteran, dan orang-orang yang bercita-cita ingin menjadi dokter..
Rekan sejawat yang terhormat,
Jika Anda ingin menjadi dokter dengan alasan..
1. Supaya bisa menjadi kaya raya. Segera kemasi barang-barang Anda. Mungkin di fakultas lain lebih tepat untuk mendidik Anda menjadi seorang businessman yang bergelimang rupiah, daripada harus mengorbankan pasien dan keluarga Anda sendiri demi mengejar kekayaan.
2. Untuk mendapat kedudukan sosial yang tinggi di masyarakat, dipuja dan didewakan. Maka silahkan kembali ke jaman Mesir ribuan tahun yang lalu, dan jadilah Firaun di sana. Daripada Anda di sini harus menjadi arogan dan merendahkan orang lain di sekitar, hanya untuk mendapat kesan bahwa Anda paling berharga.
3. Untuk memudahkan pencarian jodoh atau menarik perhatian calon mertua. Mungkin lebih baik Anda mencari agensi selebritis yang akan mengorbitkan Anda sehingga menjadi artis pujaan. Daripada Anda bersembunyi di balik topeng klimis dan jas putih yang necis, sementara Anda alpa dari makna menjadi dokter yang sesungguhnya.
Dokter tidak diciptakan untuk itu, kawan. Memilih menjadi dokter bukan sekadar agar bisa bergaya dengan BMW keluaran terbaru, terlihat tampan dengan jas putih kebanggaan, atau agar para tetangga terbungkuk hormat melihat kita lewat.
Memilih menjadi dokter adalah..
1. Memilih jalan pengabdian. Mengabdi pada masyarakat yang: Masih akrab dengan busung lapar dan gizi buruk, yang masih sering mengunjungi dukun ketika anaknya demam tinggi.
2. Memilih jalan empati. Ketika dengan lembut kita merangkul dan menguatkan hati seorang bapak tua, yang baru saja kehilangan anaknya karena penyakit malaria.
3. Memilih jalan kemanusiaan. Ketika kita tergerak untuk mengabdikan diri dalam tim medis penanggulangan bencana alam, dengan bayaran cuma-cuma.
4. Memilih jalan kepedulian. Saat kita mau untuk mendoakan kesembuhan dan kebahagiaan dari pasien-pasien kita.
5. Memilih jalan untuk berbagi. Ketika seorang tukang becak menangis di depan kita karena tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit anaknya yang terkena demam berdarah. Lalu dengan senyum terindah yang pernah disaksikan dunia, kita menepuk bahunya dan berkata, "Jangan menangis lagi, pak, saya akan bantu perihal pembayarannya."
6. Memilih jalan kasih sayang. Ketika dengan penuh kasih sayang kita mengusap lembut rambut dari seorang anak yang terkena penyakit Leukemia, dan berbisik lembut di telinganya, "Dik, mau diceritain dongeng ngga sama om dokter?"
7. Memilih jalan ketegasan. Ketika sebuah perusahaan farmasi menjanjikan komisi besar untuk target penjualan obat-obatnya, lalu dengan tersenyum mantap kita berkata, "Maaf, saya tidak mungkin mengkhianati pasien dan hati nurani saya."
8. Memilih jalan pengorbanan. Ketika tengah malam ada tetangga dari kampung sebelah dengan panik mengetuk pintu rumah kita karena anaknya demam dan kejang-kejang. Lalu dengan ikhlas kita beranjak meninggalkan hangatnya peraduan menembus pekat dan dinginnya malam.
9. Memilih jalan terjal, mendaki untuk meraih cita-cita kita. Bukan kekayaan atau penghormatan manusia yang kita cari. Tetapi perkenanan dari Allah-lah yang senantiasa kita perjuangkan.
10. Ya. Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan menuju Surga, tempat di mana dokter sudah tidak lagi diperlukan..
"Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi." (Pengkhotbah 9:10).
--Disadur dari FB temen, diambil dari sumber email..
Jesus bless ...
[SITYB] Rest for Your Soul
"Come to me, all you who are weary and burdened, and I will give you rest"
(Matthew 11:28, NIV)
God wants to give you rest. He wants to refresh and restore your soul — your mind, will and emotions. It's so easy to get caught up in the "busyness" of life, and before long, your mind, will and emotions are so "spun up" that you can barely think straight! But even in the hustle of life, you can find rest, ease and relaxation. God wants you to enjoy your life. That's why He tells us to come to Him. God wants to take care of everything that concerns you so that you can find rest in your innermost being.
Imagine how you would feel if someone came up to you today and said, "Give me all of your monthly bills; I'm going to pay them." You'd get pretty excited, wouldn't you? But it wouldn't happen until you did your part to actually hand that person your bills. They can't pay them for you if you never release them. In the same way, when we release our cares and concerns to God, He promises to take care of them.
Today, choose to release your cares to the Lord. Let Him fill you with His peace and joy. Receive the rest that He promises and enjoy the fulfillment and blessing He has for you!
A PRAYER FOR TODAY
Father in heaven, today I humbly come to You. I choose to cast my cares on You so that I can live in Your rest. Thank You for Your goodness to me. Help me find ways to share Your goodness with those around me today in Jesus' name. Amen.
— Joel & Victoria Osteen
Jesus bless ...
Saturday, February 18, 2012
[SITYB] Rencana-Nya adalah yang Terbaik
From: Ricky Wijaya Apa yang terbesit dalam pikiran Anda, ketika mendengar kata "Badai"? Bagi saya, kata tersebut adalah kata yang identik dengan sapuan hujan yang sangat deras, tiupan angin yang menggertak kaca pada jendela-jendela rumah dengan bunyi yang keras. Dan jujur saja, saya bukanlah tipe orang yang senang saat badai datang. Saya pernah membaca sebuah buku yang tertulis, "Hati kita seperti sebuah jendela." Saat normal kita dapat melihat segala sesuatu dari dalam hati kita tampak jelas. Tapi saat badai tersebut datang, kaca itu menjadi buram dan retak. Kita mulai melihat distorsi dari jendela tersebut, ada yang diperbesar, ada yang diperkecil, segala sesuatu menjadi tidak beraturan. Dalam firman-Nya Tuhan berkata, "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." (Amsal 4:23). Ada saatnya kita merasa down, kita merasa berada di bawah titik nadir dari hidup kita. Tetapi justru di tengah badai, kita dapat melihat pribadi Tuhan dengan lebih jelas. Allah yang tidak dapat diam kalau badai itu terlalu ganas. Allah yang membiarkan saya merasa "cukup ketakutan," sehingga saya hanya menggantungkan harapan sepenuhnya pada-Nya. Dan, Allah yang cukup dekat, sehingga saya dapat melihat dan mengalami pengalaman rohani berjalan bersama-Nya. Ada kata-kata hikmat yang saya dapat dari status Facebook seorang rekan. Dan, saya yakin hal ini bukanlah suatu kebetulan semata, tetapi Tuhan menunjukkan pada kita bahwa Dia sangat peduli dan mengasihi hidup kita setiap hari.. Saat Tuhan menjawab doamu, Ia menambah imanmu Alkisah, ada seorang pria yang putus asa dan ingin meninggalkan segalanya, termasuk meninggalkan pekerjaan, hubungan dan kehidupan. Lalu ia masuk ke dalam hutan untuk berbicara yang terakhir kalinya pada Tuhan Sang Pencipta. "Tuhan, apakah Engkau bisa memberikan kepadaku satu alasan yang kuat, agar aku tetap hidup dan tidak menyerah?" Lalu Tuhan menjawab, "Cobalah lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat tanaman pakis dan bambu?" "Ya," jawab pria itu. "Ketika menanam benih pakis dan bambu, Aku merawat keduanya dengan sangat baik. Aku memberi keduanya cahaya dan air. Pakis tumbuh dengan cepat di bumi, daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan, sementara benih bambu tidak menghasilkan apapun. Tetapi Aku tidak menyerah untuk menunggu pertumbuhannya.. "Aku tak akan memberi cobaan yang tak sanggup di atasi oleh ciptaan-Ku," kata Tuhan melanjutkan, "tahukah engkau anak-Ku, saat menghadapi beratnya kesulitan dan perjuangan hidup yang berat ini, engkau sebenarnya sedang menumbuhkan "akar-akar"mu yang kuat di dalam-Ku? Aku tidak meninggalkan bambu itu, Aku juga tidak akan meninggalkanmu. Jangan membandingkan diri dengan orang lain. Bambu mempunyai tujuan yang berbeda dengan pakis, tapi keduanya membuat hutan menjadi indah. Waktumu akan datang, kamu akan menanjak dan menjulang tinggi.." "Saya akan menjulang setinggi apa?" Tanya pria itu. "Setinggi apa pohon bambu bisa menjulang?" Tanya Tuhan. "Setinggi yang bisa dicapainya" jawab pria itu. "Ya benar! Agung dan muliakan nama-Ku melalui hidupmu dengan menjadi yang terbaik, meraih yang tertinggi, sesuai kemampuanmu," kata Tuhan. Pria itu meninggalkan hutan dan mengisahkan pengalaman hidup yang berharga ini kepada kita. Moral cerita: ☑ Tuhan mempunyai rencana yang berbeda-beda untuk masing-masing ciptaan-Nya, berbicaralah pada Tuhan dan biarkan Dia membantu kita menyadari tujuan itu. "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28). --Disadur dari berbagai sumber _,___ |