Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Monday, January 9, 2012

Akar Pahit

Bukan ginseng yang membuat sehat,
Bukan pula singkong yang bikin kenyang,
Tapi akar pahit yang ada di hatimu bisa membuat kering tulangmu,
Bisa mengajakmu ke arah ketidakbahagiaan.

Mari, buang akar pahit itu,
Katakan: aku memaafkanku sahabatku, meski sakit dan perih hatiku dulu....


Ketika Telinga dan Bahumu Terbuka Untuk Sahabatmu

Mungkin itu jauh ebih baik daripada deretan kata bijak yang kau dapat dari pengalaman hidupmu...
Ya, kadang sahabatmu butuh mencurahkan perasaannya dengan menjadikan engkau sebagai pendengarnya yang baik...
Menangislah bersamanya, jangan banyak berkata-kata,
Karena dengan diam dan tatapan mata yang penuh kasih, sahabatmu itu akan merasa lega.

Tuhan memberkati.

Wednesday, December 21, 2011

Karena kutahu

Dear all,


Sering kita memberi penilaian dini terhadap situasi, seseorang atau juga diri sendiri. Karena yang kutahu ... Situasinya begini, karena yang kutahu, orang ini begini, karena yang kutahu, kemampuanku cuma segini dst dst.

Nah ketika itulah kita membatasi diri sendiri, membuat cap yang salah atau prematur terhadap orang lain, yang seterusnya bikin sakit hati orang.

Oh oh oh. Mari kita kikis karena kutahu yang lebay ini dengan pemikiran yang lebih realitis, memandang sesuatu dari keseluruhan, melihat dua sisi mata uang, dan melihat orang lain secara obyektif. Siapapun mereka.


Yuk ah.


Hep eu nais dei.

GBU


Published with Blogger-droid v2.0.2

Friday, July 17, 2009

Bangsa kita kembali berduka

Ada ledakan di kawasan Mega Kuningan.. begitu tulisan pesan singkat di telepon seluler gue pagi ini jam 8.06, dari sebuah kontak yg merupakan satu acara di sebuah televisi swasta.
Langsung buka detikcom, ternyata ada 2 ledakan di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton Jakarta. Oh jangan lagi kata gue... MU kan mau dateng. Ya walaupun bukan fans berat kan lumayanlah dapet tontonan sepakbola bermutu gratis, kalo nonton di TV.

Singkat cerita, setelah posting di milis yg gue ikutin, ternyata memang bom lah yg meluluhlantakkan restoran di salah satu hotel tersebut. Oh terjadi lagi. Bom lagi. Rakyat lagi yg susah. Terbayang akan semua penderitaan korban, beserta kolega dan keluarganya.

Mengapa situasi yg begitu kondusif harus ternoda dengan tindakan terorisme ini? Bagaimana bangsa ini akan maju kalo begini terus....?

Gue berduka. Berdoa bagi bangsa ini. Dengan lutut dan air mata berharap. Jangan lagi aksi serupa mengoyak kebahagiaan kita semua. Tuhan ampuni bangsa kami. Pulihkan bangsa kami. Bawa bangsa kami mengingat Engkau. Berpaling padaMu. Karena Engkau lah Yang Maha Kuasa dan Maha Kasih.

Amin.

Sunday, May 3, 2009

Tangan Kanan dan Kiri

Sering memberi sedekah? Apa motivasi anda? Tulus memberi, mengharap pujian atau karena punya lebih dari seseorang yang anda beri.

Mari kita lihat Firman Tuhan tentang hal ini...

Matius 6:3
"Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu"

Arti Firman Tuhan ini, jangan sampai ada seorang lain pun tahu pemberian anda yang tulus pada seseorang. Biarlah Tuhan yang membalas, bukan dalam bentuk pujian dan sanjungan dari pihak ketiga balasannya.

Demikian renungan singkat ini. Semoga membawa berkat.
Amin

Thursday, March 26, 2009

Smile! You're on God's Camera


Inget tag yg mirip judul ini? Yap ini adalah tag terkenal dari program acara TV Candid Camera. Kenapa saya pilih judul ini? Karena situasi saat ini kita harus selalu tersenyum dalam artian mengucap syukur dan menyadari bahwa kita selalu berada dalam pengawasan Tuhan. Tidak pernah dibiarkan orang benar meminta-minta, dan anak cucunya meminta roti pada orang lain. Tuhan mencukupkan apapun kebutuhan kita. Ingat Dia Tuhan yang tidak pernah tertidur. Dia juga Tuhan yang punya semuanya. Maka dari itu, dengan yakin kita katakan: Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yg memberi kekuatan kepadaku.

Tetap semangat di situasi sulit ini, percaya bahwa kita tetap ada dalam pengawasan kamera Tuhan Yesus Kristus.

Smile, You're on God's Camera!!!

(pic. taken from http://dvice.com/pics/3_lens_camera.jpg)

Thursday, February 26, 2009

Don't judge a book from its cover


Apa yg dillihat mata seringkali menipuuuuuuu.....

GBU all

Thursday, January 1, 2009

Selamat Datang 2009

Selamat datang tahun 2009. Tahun yg penuh tanda tanya. Tahun yg dipenuhi oleh serudukan2 seperti kerbau, karena menurut kalender china tahun ini adalah tahun kerbau. Bakal banyak yang rebutan kursi di DPR, DPRD dan DPD. Juga banyak yang ingin jadi presiden. Tahun ini bulan Februari hanya 28 hari. Hahaha....

Ekonomi mikro dan makro bagaimana? Banyak yg menjawab: Only Heaven Knows... Bagaimana tentang aspek sosial lainnya? Kita tunggu saja.

Dari sisi diri kita, mari membuat satu resolusi sederhana di awal tahun ini: Jangan mengulangi kebodohan di tahun2 sebelumnya. Itu saja menurut gue...

Buat saudara2 yang bimbang dan putus asa menghadapi tahun ini, ingat Firman Tuhan di Amsal...Sesungguhnya masa depan itu ada, dan harapanmu tak akan hilang.

Tetap berjalan bersama Tuhan, tinggal tetap dalam rencanaNya, membuat Tuhan bangga pada kita, dan jadi berkat bagi semua orang yang membutuhkan. Selalu tersenyum melewati hari2 berat di depan, dan menyitir bahasa iklan: Mari jadikan segalanya lebih baik.

Tuhan beserta anda semua, beserta saya, dan beserta kita semua. Amin.

Enjoy ajaaaaaaaaaaaaaaaa.......................

Tuesday, December 2, 2008

It's December, bro n sis...

Shalom semuanya...

Hari ini sudah hari kedua di bulan terakhir tahun ini. Bulan yang membuat kalender bulanan di rumah dan kantor atau di manapun tinggal selembar. Desember menyimpan kenangan manis dan pahit. Buktinya? Jaman tahun 80an ada lagu Desember Kelabu...syairnya kira2 ada yg berkata begini....: ...desember kelabu//slalu menghantui//setiap mimpiku...Wakakaka...jadi inget masa kecil dulu.

Bulan ini juga genap 4 tahun usia pernikahan kami. Banyak anugerah besar yang sudah kami terima, melebihi duka yang hanya numpang lewat. Walaupun secara finansial di pemandangan orang kami pas2an. Tapi hal itu lebih dari cukup. Harta yang paling berharga adalah keluarga, bukan? Tgl 5 Desember ini kami berulang tahun pernikahan. Kami tidak menerima bunga, kado atau barang2 ucapan lainnya. Kalau saudara saudari berkenan, silahkan ajak kami makan malam saja. :))

OK, kembali ke bulan Desember yang penuh dengan hujan ini. Versi orang Jawa, Desember itu kependekan dari Deres-derese Sumber yang artinya : Deras-derasnya sumber mata air , begitulah. Kalau anda semua tidak mengerti, ketik REG (spasi) JAWA kirim ke nomor hp saya. Hihihihi.

Desember hari pertama dibuka dengan semangat baru. Yaitu harga Premium Pertamina turun gopek. Tidak ada antrian pembeli bensin jenis premium ini sampai tengah malam. Karena gak akan ada yang mau ngisi penuh tangki kendaraannya dengan premium berharga 6000 rupiah. Pagi harinya jreng jreng jreng, diberitakan banyak SPBU yang kehabisan stok. Karena diserbu oleh pembeli yang ingin merasakan bensin harga baru. Kali aja selisih gopek bisa bikin tarikan motor atau mobil jadi lebih semangat. Wakakakaka.

Hari pertama Desember juga diperingati sebagai Hari AIDS International. Banyak orang pakai pita merah di baju atau lengannya. Gue sendiri lupa pakai. Bukan AIDS nya yang harus kita ingat dan pastinya hindari. Tapi kepedulian atas sesama yang menderita harus kita jadikan pembuka semangat saling mengasihi di bulan penuh anugerah ini. Coba, siapa yang berani bersalaman dengan ODHA (orang dengan HIV/AIDS), makan semeja dengan mereka. Bersentuhan dan kontak fisik... Banyak pemahaman yang keliru. Mari kita berkaca pada diri masing2. Siapakah kita sehingga bisa menjadi hakim atas orang lain? Lebih bersih dan lebih suci kah kita dibanding mereka yang mengidap AIDS itu? Apakah mereka benar2 bersalah atas kejadian ini? Uhhhhhhhhh.... Ada banyak di antaranya yang terkena karena ketidaktahuan dan kesalahan orang lain. Bila kita tidak bisa "membiarkan mereka meletakkan tangan di bahu kita dan membagi beban mereka" mari kita coba tidak bersikap sinis pada mereka. Jangan memusuhi mereka. Orang Farisi dan Ahli Taurat jangan menjadi teladan buruk bagi kita. Apakah kita yang bebas AIDS lebih "benar" lebih "bersih" lebih "suci" dibanding mereka????
Bila kita tidak bisa menjangkau mereka dengan fisik, mari kita mendoakan mereka. Doa itu gratis lho. Bisa kapan saja, di mana saja. Tuhan pasti dengar doa kita. Dan kesembuhan serta mujizat tidak mustahil bisa terjadi berkat doa kita. Mau? Mari mulai dari diri kita masing2. Mulai dari langkah kecil, lipat tangan, tutup mata dan bicaralah pada Tuhan kita. Mau ya....

Bulan Desember ini juga identik dengan Natal. Christmas Time... Sudah lama kita lupa arti Natal yang sesungguhnya. Media massa yang makin canggih ini mungkin membuat kita silau dan tersihir sehingga arti Natal menjadi kabur bahkan sirna. Christmas yang kita ingat bukan Christmas Love from Jesus Christ. Tapi Christmas Sale, Christmas Discount, Christmas Cake n Tree, Christmas CD, Card, SMS dan Christmas Trip mungkin. Ketika toko2 sudah dilengkapi dengan pohon natal, warna merah dan hijau serta keemasan memberi nuansa, yang kita ingat adalah baju baru, pesta pora, kumpul keluarga dan libur yang lumayan panjang. Christmas bukanlah SMS yang hanya 160 karakter, bukan pula 50% Off. Tapi Natal yang sesungguhnya adalah Perenungan, Saat Teduh, Berbagi, Mengucap Syukur, dan berbuat sesuatu yang indah di mata Tuhan dan sesama. Untuk apa Perayaan Natal di gedung mewah di saat banjir masih melanda Bandung Selatan dan sekitarnya. Tegakah makanan sisa pesta natal yang menumpuk menunggu busuk teronggok di sudut tempat sampah ketika anak jalanan lapar dan memegang perut kosongnya?
Tuhan Yesus tidak lahir untuk membuat natal dibuat sebuah perayaan yang meriah dan mewah. Dia lahir bukan untuk orang2 kaya saja. Dia lahir untuk semua yang percaya padaNya. Natal bukan hanya tanggal 25 Desember saja. Natal itu kelahiran. Kelahiran sebuah sikap yang berubah ke arah lebih baik. Kelahiran sifat mulia kepada sesama. Kelahiran keindahan batin yang mau mengasihi. Mengasihi musuh, mengasihi penderita AIDS, mengasihi penindas, penjajah dan penyiksa kita. Natal setiap hari, setiap saat. Natal bukan puncak sebuah tindakan nyata. Tapi Natal adalah permulaan. Mulai dari diri kita, hal yang kecil, saat ini!

Selamat menyambut Natal. Selamat berubah menjadi indah di hadapan yang empunya Natal itu.

Amin.

Friday, October 17, 2008

Prosedur vs Fleksibilitas

Dua kata itu saling bertolak belakang. Prosedur dan Fleksibilitas...
Dan juga tidak bisa disatukan dengan cara yang ekstrem. Di satu sisi ada aturan yang harus dipatuhi, rel yang harus selalu dijalani dan manual yang harus dilakukan. Sisi lainnya adalah pertimbangan kecepatan, efisiensi, keadaan darurat dan kepentingan bersama.

Prosedur berarti aturan main. Ketika bicara prosedur, ada kronologi yang berperan di sana. Seperti kereta api yang harus selalu berjalan di atas relnya. Itulah kira2 gambarannya. Tahapan awal sampai tahapan akhir harus dilewati. Ada kekakuan yang terendus di sana. Tetapi bukankah peraturan itu harus selalu ditaati. Peraturan dibuat bukan untuk dilanggar. Peraturan dibuat untuk dipatuhi. Menaati prosedur membuat hidup menjadi teratur. Walaupun ada sebagian yang mengatakan itu tidak ada tantangannya. Kemajuan serasa jauh kalau kita selalu taat aturan yang konservatif. Bisa jadi hal itu ada benarnya.

Sekarang persoalannya, apakah Prosedur itu Harga Mati? Tidak dapat diganggu gugat, bahkan dengan keadaan mendesak sekalipun?

Nah kemudian terciptalah Fleksibilitas ini. Sebisa mungkin "melanggar" peraturan dan prosedur dengan cara yang cantik dan tidak merugikan pihak lain. Efisiensi dan Efektifitas menjadi pengganti ketidaktaatan.

Akhirnya semua berpulang pada kita. Pandaikah kita memilah, kapan harus berprosedur dan kapan harus berkelit dengan indah...? Atau dapatkan kita kombinasikan keduanya? Wah sepertinya sulit walaupun bukan sesuatu yang tidak mungkin.

Sekian, selamat menikmati keduanya.
Tuhan memberkati.

Thursday, October 16, 2008

Stand UP! Be Stong!


This is the good illustration for the Christian spirit with God's Warranty...

Amen...

Saturday, August 23, 2008

Antara Ksatria Jepang dan Guntur



Dear all, Setelah mencoba bersusah payah blogging dalam bhs. Inggris, akhirnya gue kembali ke asal dulu. Berbahasa Indonesia yang mudah untuk gue tulis. Kekekeek.. Seminggu yang lalu (atau lebih) ada sebuah motor keren singgah di tempat parkir tamu di kantor. Warnanya Hijau Muda kinclong, dengan sebuah helm bermerk motor tersebut di setang setirnya. Wuihhhhhh dari balik jendela kaca kulihat benda berharga puluhan juta itu. Langsung keluar kantor sebentar untuk memastikan apakah benar itu sebuah Kawasaki Ninja 250R. Dan ternyata saudara2 sebangsa dan setanah air juga se blogger emang benar demikian adanya. Usut sana usut sini, tanya sana tanya sini akhirnya ketahuan pemilik atau penunggang kuda besi beroda itu. Beliau adalah mantan karyawan di kantor gue.

Sejurus kemudian, tangan ini gatal untuk menyentuh nya. (untung bukan menggaruknya...hihi). Terbayang betapa gagahnya gue kalo duduk di atas jok nya. Dan juga betapa kurang percayanya teman2 kantor kalau gue adalah si empunya. (merendahkan hati menaikkan mutu). Pas istirahat impian gue sedikit terkabul dengan dipinjamkannya kunci motor itu. Dengan langkah gagah dan pasti, gue hampiri motor itu, memasukkan kunci ke lubangnya, terlebih dulu menitipkan helm pada temen gue yg satu lagi. Berlanjut memundurkan sedikit, dan BREMMMMM si Ksatria Jepang berkupluk ini pun berdehemm. Masukin gigi satu dan ngacir...weleh2 tenaganya ya...Seputaran aja di depan lobi kantor sudah cukup untuk merasakan sensasinya. Buru2 gue simpen lagi, takut ntar ada keingingan lebih untuk memiliki.

Setelah turun, gue seperti diingatkan untuk melihat lagi diri gue sendiri. Setiap orang tidak pernah merasa puas. Begitu pun adanya gue. Sebuah Guntur sudah gue punya. Itupun belum pernah terimpikan akhir tahun lalu. Pikirku betapa kurangnya ucapan syukurku ini. Lha ya mbok bersyukur bisa ngredit Suzuki Guntur walopun "cuma" 125cc. Dengan cc yg segitu juga belum pernah lebih dari 110km/jam larinya. Secara kota kami tercinta penuh dengan lampu merah dan persimpangan jalan...Mau ngebut sebentar harus ngerem lagi.

Kembali terngiang sebuah kata2 bijak yang pernah gue dengar..."Janganlah terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin engkau miliki, tetapi bersyukurlah atas segala sesuatu yang sudah kamu punya saat ini". Sering ada perasaan iri dan cemburu melihat harta benda orang lain yang ada di atas gue secara ekonomi. Kadang timbul perasaan rendah diri. Juga kadang timbul pertanyaan: Kok bisa ya tuh orang beli barang yang semahal itu? Apa belinya pake duit semua? Gak dicampur ama daun pisang? Hahaha.

Nerimo (menerima apa adanya) bukan berarti membuat kita menjadi apatis dan bermalas-malasan. Buat gue tidak ada prinsip : Milik mah moal kamamana (sunda artinya: kalau udah jadi rejeki kita tidak akan ke mana2, trus datang sendiri.) Bukan itu yang Tuhan mau kita lakukan. Kita harus bekerja keras seoptimal kita.
Firman Tuhan berkata: Kerjakanlah apa yang menjadi bagianmu, maka Aku (Tuhan) akan menyelesaikannya bagianKu. Bahasa Inggerisnya mah, Do all your best, God do the Rest. So, kesimpulannya: Bersyukurlah senantiasa atas apapun yang sudah kau dapatkan, dan bekerja keraslah sehingga kau mendapatkan apa yang menjadi kebutuhanmu sesuai dengan rencana Tuhan.
Amin.


Semoga menjadi berkat dan tetap setia pada komitmen yang sudah kita buat, selamat menjalani hidup dengan indah bersama Tuhan.

Sunday, August 17, 2008

63 tahun kita Merdeka, semerdeka apa ya?


Dirgahayu Indonesia. Selamat ulang tahun ke 63 ya...
Bila diibaratkan manusia, usia 63 itu adalah usia yang luar biasa matang seharusnya. Di usia itu, manusia sudah bukan lagi manusia produktif (berdasarkan asumsi bahwa kalo usia segitu karyawan udah pensiun dari pekerjaannya). Tetapi ada juga yang masih berkarya dan bekerja keras. Malah banyak pejabat yang masih berusia kepala 6 saat ini. Kalo boss usia segitu udah jadi komisaris misalnya. Hehehe.

Nah di usia yang ke-63 ini jangan kita bertanya apa yang sudah diberikan oleh negeri ini pada rakyatnya. Banyak kekurangan di sana sini. Masih banyak rakyat miskin di pelosok negeri ini. Tetapi di satu sisi ada banyak koruptor yang bergelimang harta. Weleh2 kalau diteruskan sepertinya 2 halaman blog juga gak ada habisnya.

Saat ini mari kita kesampingkan hal-hal itu. Seperti yang dikatakan oleh salah satu tokoh besar AS (JFK, kalo salah tolong dikoreksi)...Jangan kita bertanya apa yang sudah diberikan oleh negara ini kepada kita, tetapi apakah yang kita berikan pada negara ini.
Banyak dari kita yang tidak mampu untuk membuat iklan diri seperti tokoh2 yang berambisi menjadi pemimpin baru di 2009 nanti. Kita tidak punya slogan semacam Hidup adalah Perbuatan, Di mana ada kemauan di situ ada jalan, Bersama Kita Bisa dan semacamnya. Kita juga tidak mampu merangkul rakyat miskin atau golongan petani yang harus kita cintai. Bukan ... bukan itu yang bisa kita mulai sekarang dari diri kita sendiri. Mari bangga menjadi bangsa Indonesia, bangga punya budaya yang demikian beragam. Bangga dan bersyukur karena negara kita damai dan relatif aman jika dibandingkan dengan negara2 lain yang dalam perang dan konflik. Berdoalah bagi bangsa ini. Semakin banyak lutut yang tertekuk, semakin banyak doa harapan yang terucap. Semakin indah negeri kita. Negeri ini butuh lebih dari sekedar slogan semata. Negeri ini butuh hal2 nyata. Disiplin dari diri sendiri, tertib di jalan, tidak korupsi dalam bentuk apapun juga, menghormati sebelahmu, simpati pada yang membutuhkan, mau mendengar itu cuma sedikit contoh yang bisa kita lakukan.

63 tahun merdeka. Sekali merdeka bukan merdeka sekali (merdeka banget). Ingat merdeka bukan membuat orang lain menjadi tidak merdeka. Merdeka bukan berteriak lantang sementara saudaramu terbelenggu... merdeka lah berbuat baik, merdeka lah berbakti pada negeri ini. Merdeka lah berdoa buat Indonesia. Negeri kita tercinta ini.

Amin.

(logo 63 tahun diambil dari http://hakimtea.com/)

Wednesday, August 6, 2008

Simson vs Zakheus

Shalomm all...

Hari ini gue bawa renungan di Persekutuan Remaja gereja tempat gue melayani. Setelah bingung mau bawain apa...Tuhan beri satu topik indah. Bahas tentang Zakheus ...

Pertama, kita harus menyadari bahwa Tuhan menciptakan kita semua tidak sama alias unik. Dari tinggi badan, tidak ada yang sama persis, walaupun dalam hitungan centimeter ada yg sama. Tapi kalau lebih rinci lagi...apakah ada yg sama persis dalam ukuran mikrometer ??? hehehe...
Tetapi bersyukurlah sebab Tuhan tidak memberi berkat kepada seseorang menurut tinggi badannya. Kalau tinggi badan sebanding lurus dengan berkat jasmani maupun rohani maka gue lebih kaya dari bos-bos di luaran sono. heheh.

Di Alkitab kita mendapat banyak sosok tubuh yang menarik perhatian, contohnya Goliath yg tingginya ujubune dan gede pula. Trus Raja Saul juga disebutkan dari bahu ke atas dia lebih tinggi dari rata2 orang Israel waktu itu (CMIIW). Nah terus ada Samson yg menurut penafsiran gue pasti punya tinggi yg di atas rata2 orang sebangsanya. Apalagi rambutnya itu wuihhhhh panjang dan tidak pernah kena pisau cukur. (baca Hakim2 13 dst).

Mengenai Simson, sejak dalam kandungan ibunya yaitu Ny. Manoah, dia telah dipersiapkan menjadi seorang Nazir Allah (Hakim). Ibunya gak boleh minum anggur dan minuman yg memabukkan. Makan makanan haram juga 'no way'!!
Mengandungnya Ny. Manoah juga merupakan anugrah tersendiri bagi keluarga itu karena sebelumnya kan beliau divonis mandul.
Nah, kehidupan Simson selanjutnya bisa kita lihat di kitab Hakim2 tsb. Dia menjadi pahlawan bagi bangsanya yaitu Israel yg selama 40 tahun dijajah oleh bangsa Filistin. Belum pernah ada seorang pun yg sanggup merobek mulut singa muda dengan tangan kosong. Roh Allah benar2 menyertai Simson. Dia sanggup membunuh 300 org Filistin dengan tangan kosong, 1000 orang dengan tulang rahang keledai, dan banyak lagi kejadian serupa. Selama dia menurut rencana Tuhan, menjaga diri dan mematuhi petunjuk Tuhan untuk tidak mencukur rambut, Tuhan membuat dia kuat dan hebat.
Tetapi jerat nafsu terhadap wanita telah memporakporandakan hidupnya. Dua kali dia menikah, dua kali pula dia tidak menurut kehendak Tuhan, dan memilih pasangan yang tidak serasi dengannya.
Nafsu telah membutakan mata hatinya dan juga mata jasmaninya. Tapi sekali lagi, Tuhan kita bukan Tuhan yang melupakan umatNya. Saat dia kembali berseru kepada Tuhan, mujizat kembali terjadi. Kekuatan jasmaninya pulih walaupun kemudian dia mati bersama musuh2nya. Disebutkan di Alkitab bahwa jumlah orang yang dibunuhnya ketika dia mendorong tiang di gedung pertemuan itu lebih banyak daripada orang yg dibunuhnya ketika masih hidup (secara total). Nah Tuhan masih sayang pada umatNya kan?

Jalan hidup Simson berubah drastis karena perjumpaan dengan wanita Filistin. Dia meninggalkan Tuhannya dan memberi diri menyerah karena bujukan istrinya itu. Kekuatan dari Tuhan menghilang dari dirinya. Dia menjadi orang yang dipermainkan oleh musuh2nya.

From hero to zero.

Nah hal ini berbanding terbalik dengan Zakheus (Lukas 19). Jalan hidup Zakheus juga berubah 180 derajat ketika dia bertemu Tuhan Yesus. Segala bentuk penipuan dan pemerasan dia singkirkan. Ganti rugi dia siapkan sampai 4 kali lipat.
Padahal kita semua tahu siapa Zakheus...Dia pemungut cukai yang licik, dikucilkan oleh masyarakat dan dibenci semua khalayak. Kasih Tuhan yang tidak memandang muka melanda hidupnya, sehingga dia berbalik menjadi indah di hadapan Tuhan dan sesama.
Tubuhnya yang kecil, pendek dan tidak menarik, tidak diubahkan oleh Tuhan Yesus. Tetapi hati seorang Zakheus telah berubah total.

From zero to hero.

Jadi saudaraku...mana yang kalian pilih sebagai teladan. Simson atau Zakheus????

Monday, June 16, 2008

Setiap orang punya kapasitas masing2...

Shallom bro n sis semua,

Hari ini saya ingin berbagi tentang percobaan, beban dan kemampuan yang kita punyai masing2. Setiap kita adalah pribadi yang unik. Satu sama lain pasti berbeda. Jangankan orang lain, lha wong saudara kembar pun ada bedanya lho ya...contohnya ya saya ini, sangat jauh berbeda dengan kembaran saya, yang pasti kalian semua kenal, itu lho Brad Pitt...walopun dia 1000% terang2an menolak mengakui saya sebagai kembarannya tapi saya juga dengan terang2an ingin menjadi kembarannya...maksa dikit gpp lah mumpung dia masih jauh di Ameriko sono...kekekeek...Padahal kalo dia tahu tuh nama asli gue kan jg Bread...(beda huruf satu biji kan?) tapi nama akhir gue yang sangat berbeda yaitu Talk...:))
Udah ah mau serius malah ancur...

Back to topic ya...Karena kita ini diciptakan Tuhan sebagai pribadi yang unik, maka selain karakter kita yang berbeda satu sama lain, kemampuan kita pun berbeda...ada orang yang sanggup makan nasi 2 piring penuh, ada yang hanya kuat cuma setengah porsi saja...(apalagi kalo harus bayar sendiri)...Nah ada satu kata yang bisa menjelaskan kemampuan kita di hadapan Tuhan dan sesama: Talenta...Kita diberi Tuhan masing2 Talenta yang sangat berbeda. Ada yang diberi hanya satu Talenta, dua Talenta, bahkan 5 ato sepuluh Talenta...Ada yang suaranya merdu seperti biduan (nih kata tahun 80an, masih pada pake gak ya?), wajah yang di atas rata2 (cakep ato cantik maksudnya, bukan hidung di atas rata2, bibir di atas rata2..itu mah nrimo aja lah ya say..), eh masih ada tambahannya yaitu Pinter, Baik Hati, tidak sombong, rajin menabung etc etc...Tetapi ada juga di antara kita yang mempunyai falsafah Silence is Golden yang berarti mending diem aja, gak usah nyanyi apalagi baca puisi karena batuk dan bersin pun fals...sorry kalo ada yang kesindir. Di satu sisi kita mempunyai kekurangan, di sisi lain pasti ada kelebihan yang kita punya sedangkan rekan yang lain tidak. Tuhan itu Maha Adil lho sob...ingat itu...Ketika Dia memberi dan mengijinkan kita lemah di sudut kiri, Tuhan memberi kelebihan di sudut tengah atau sudut kanan atas. Ngerti toh? Setiap kita diciptakan indah oleh Tuhan.

Nah kembali ke talenta tadi...(bukan sekolah Talenta yang ada di Taman Kopo Indah, Bandung lho)...mengapa Tuhan memberi masing2 kita berbeda dalam jumlah talenta itu? Apa iya Tuhan ndak adil? Ma'enya kitu? Totally wrong itu...Justru Tuhan tahu kapabilitas kita. Orang yang sanggup mengembangkan 5 talenta pasti Dia tidak memberikan hanya 2 talenta dan begitu juga sebalikanya. Analogi ini berlaku untuk percobaan dan masalah yang Tuhan izinkan untuk hadir dalam perjalanan kita di bumi yang makin tua dan makin panas ini. Kadang kita melihat orang lain itu bebannya lebih ringan dari kita. Malah kalo bisa ya tukeran peran dan tempat aja. Selalu kita memandang "rumput" di rumah tetangga kita itu lebih "hijau" dari pada di halaman sendiri. Padahal sesuatu yang hijau belum tentu sehat dan menyenangkan. Misalnya hijau di siku bekas nabrak lemari tadi pagi gara2 PLN ngadain pemadaman bergilir. Itu kan sakit banget yak? hehehe. Percayalah bahwa Tuhan selalu ingat dan maklum dengan kemampuan kita masing2. Si A yang kemampuannya berhutang hanya setingkat Kartu Kredit Classic, gak akan Tuhan izinkan untuk berhutang setingkat Platinum..ingat ya Tuhan tidak mengizinkan dan membuat kita menanggungnya. Kalau pun ada yang bebannya dirasakan tidak sesuai kemampuannya itu salah satu faktornya adalah pilihan kita yang sangat salah. Karena balik lagi, Tuhan itu bukan pemaksa, Tuhan mengizinkan kita memilih sesuai kemauan dan rencana kita (yang seringkali tidak sesuai dengan rencana Tuhan).
Jadi bisnismen yang omzetnya miliaran, bebannya pasti jg miliaran, bisnismen yang hanya ratusan ribu ya bebannya pasti jg ratusan ribu. (sesuai dengan rancangan Tuhan, kecuali ya itu tadi : Tidak benar dalam melangkah dan memilih).
Satu hal lagi yang harus selalu di ingat dalam pasal satu hidup kita adalah: Tuhan tidak pernah memberikan percobaan melebihi kekuatan kita. Dia memberikan izin kepada percobaan untuk menguji kita bukan membinasakan hidup kita. Dan Tuhan memberikan satu paket full komplit yaitu dengan jalan keluar supaya kita dapat menanggungnya.

So, sobat semua, mari kembali kita memandang Tuhan dalam masalah kita. Jangan takut dengan masalah yang kita hadapi. Karena ada paket tadi yaitu jalan keluar. Terlebih dari semua itu, Tuhan selalu menyertai kita, mengingat kita, Gusti Allah ora pernah turu...(God never sleeps).

Tetap kerjakan tanggung jawabmu, hadapi kekurangan dan masalah mu. Jangan takut karena Dia sekali-kali tidak akan pernah meninggalkanmu. KemurahanNya lebih dari hidup itu sendiri.

Amin. Semoga menjadi berkat.

Tuesday, May 27, 2008

Tukang Koran Langgananku


Setiap hari minggu walopun tidak turut ayah pergi ke kota tetapi pas pulang gereja, gue selalu mampir di tukang koran kaki lima Jl. Cibadak, Bandung. Sudah hampir setahun tuh anak muda penjaga kios setia menunggu gue. Awalnya gue harus teriak dari atas motor dengan lantang (lha wong pake helm full face) : "Kompas!!!!!" hihihi..
Tetapi dengan beriringnya waktu dan rutinnya gue beli, sekarang tinggal berhenti di jalan depan kios, siapin duit 3500perak dan dia langsung berikan koran Kompas Minggu yg gue pengen...heheheh

Nah sama seperti kita, apakah kita seperti kelakuan gue yang cuma diem aja di depan Tuhan karena sudah sedemikian rutin meminta kepadaNya? Kita sering membuat Tuhan otomatis mengerti keinginan kita, otomatis memberi sesuatu yang kita perlukan tanpa melakukan porsi kita. (walaupun Tuhan lebih mengerti kita lebih dari orang terdekat dan kita sendiri sekalipun). Padahal di Alkitab nyata-nyata disebutkan bahwa kita harus ada usaha lho..Carilah maka engkau akan mendapatkan. Mintalah maka engkau akan menerima, ketuklah maka pintu akan dibukakan untukmu. Kita lebih memosisikan Tuhan sebagai "provider" kita. Juga menjadi Complaint Box yang selalu kita sampaikan keluhan.

Saat ini mari kita kembali ke posisi kita yang benar. Tuhan adalah gembala kita, bapa kita yang kekal, raja kita dan Tuhan kita. Masa kita memosisikan Tuhan seperti pelayan kita?

Akhirnya, mudah2an sedikit "sharing" ini bisa menyegarkan kita semua. Hidup itu perbuatan kata Pak Soetrisno Bachir, tapi Hidup itu Kelakuan kata Panji Koming. Hehehe...Tapi lebih dari semua itu adalah Hidup itu adalah bekerja dan menghasilkan buah. Buah2 yg baik, yg memberkati sesama, dan menjadi saksi bagi kemuliaan NamaNya. Amin.