-J. C. Watts
Thursday, September 4, 2008
Character
"Character is doing the right thing when nobody's looking. There are too many people who think that the only thing that's right is to get by, and the only thing that's wrong is to get caught."
Sunday, August 24, 2008
Thankful euy...
Don't be unhappy if your dreams never come true -- just be thankful your nightmares don't.
quoted link
quoted link
Saturday, August 23, 2008
Antara Ksatria Jepang dan Guntur
Dear all, Setelah mencoba bersusah payah blogging dalam bhs. Inggris, akhirnya gue kembali ke asal dulu. Berbahasa Indonesia yang mudah untuk gue tulis. Kekekeek.. Seminggu yang lalu (atau lebih) ada sebuah motor keren singgah di tempat parkir tamu di kantor. Warnanya Hijau Muda kinclong, dengan sebuah helm bermerk motor tersebut di setang setirnya. Wuihhhhhh dari balik jendela kaca kulihat benda berharga puluhan juta itu. Langsung keluar kantor sebentar untuk memastikan apakah benar itu sebuah Kawasaki Ninja 250R. Dan ternyata saudara2 sebangsa dan setanah air juga se blogger emang benar demikian adanya. Usut sana usut sini, tanya sana tanya sini akhirnya ketahuan pemilik atau penunggang kuda besi beroda itu. Beliau adalah mantan karyawan di kantor gue.
Sejurus kemudian, tangan ini gatal untuk menyentuh nya. (untung bukan menggaruknya...hihi). Terbayang betapa gagahnya gue kalo duduk di atas jok nya. Dan juga betapa kurang percayanya teman2 kantor kalau gue adalah si empunya. (merendahkan hati menaikkan mutu). Pas istirahat impian gue sedikit terkabul dengan dipinjamkannya kunci motor itu. Dengan langkah gagah dan pasti, gue hampiri motor itu, memasukkan kunci ke lubangnya, terlebih dulu menitipkan helm pada temen gue yg satu lagi. Berlanjut memundurkan sedikit, dan BREMMMMM si Ksatria Jepang berkupluk ini pun berdehemm. Masukin gigi satu dan ngacir...weleh2 tenaganya ya...Seputaran aja di depan lobi kantor sudah cukup untuk merasakan sensasinya. Buru2 gue simpen lagi, takut ntar ada keingingan lebih untuk memiliki.
Setelah turun, gue seperti diingatkan untuk melihat lagi diri gue sendiri. Setiap orang tidak pernah merasa puas. Begitu pun adanya gue. Sebuah Guntur sudah gue punya. Itupun belum pernah terimpikan akhir tahun lalu. Pikirku betapa kurangnya ucapan syukurku ini. Lha ya mbok bersyukur bisa ngredit Suzuki Guntur walopun "cuma" 125cc. Dengan cc yg segitu juga belum pernah lebih dari 110km/jam larinya. Secara kota kami tercinta penuh dengan lampu merah dan persimpangan jalan...Mau ngebut sebentar harus ngerem lagi.
Kembali terngiang sebuah kata2 bijak yang pernah gue dengar..."Janganlah terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin engkau miliki, tetapi bersyukurlah atas segala sesuatu yang sudah kamu punya saat ini". Sering ada perasaan iri dan cemburu melihat harta benda orang lain yang ada di atas gue secara ekonomi. Kadang timbul perasaan rendah diri. Juga kadang timbul pertanyaan: Kok bisa ya tuh orang beli barang yang semahal itu? Apa belinya pake duit semua? Gak dicampur ama daun pisang? Hahaha.
Nerimo (menerima apa adanya) bukan berarti membuat kita menjadi apatis dan bermalas-malasan. Buat gue tidak ada prinsip : Milik mah moal kamamana (sunda artinya: kalau udah jadi rejeki kita tidak akan ke mana2, trus datang sendiri.) Bukan itu yang Tuhan mau kita lakukan. Kita harus bekerja keras seoptimal kita. Firman Tuhan berkata: Kerjakanlah apa yang menjadi bagianmu, maka Aku (Tuhan) akan menyelesaikannya bagianKu. Bahasa Inggerisnya mah, Do all your best, God do the Rest. So, kesimpulannya: Bersyukurlah senantiasa atas apapun yang sudah kau dapatkan, dan bekerja keraslah sehingga kau mendapatkan apa yang menjadi kebutuhanmu sesuai dengan rencana Tuhan.
Amin.
Semoga menjadi berkat dan tetap setia pada komitmen yang sudah kita buat, selamat menjalani hidup dengan indah bersama Tuhan.
Sejurus kemudian, tangan ini gatal untuk menyentuh nya. (untung bukan menggaruknya...hihi). Terbayang betapa gagahnya gue kalo duduk di atas jok nya. Dan juga betapa kurang percayanya teman2 kantor kalau gue adalah si empunya. (merendahkan hati menaikkan mutu). Pas istirahat impian gue sedikit terkabul dengan dipinjamkannya kunci motor itu. Dengan langkah gagah dan pasti, gue hampiri motor itu, memasukkan kunci ke lubangnya, terlebih dulu menitipkan helm pada temen gue yg satu lagi. Berlanjut memundurkan sedikit, dan BREMMMMM si Ksatria Jepang berkupluk ini pun berdehemm. Masukin gigi satu dan ngacir...weleh2 tenaganya ya...Seputaran aja di depan lobi kantor sudah cukup untuk merasakan sensasinya. Buru2 gue simpen lagi, takut ntar ada keingingan lebih untuk memiliki.
Setelah turun, gue seperti diingatkan untuk melihat lagi diri gue sendiri. Setiap orang tidak pernah merasa puas. Begitu pun adanya gue. Sebuah Guntur sudah gue punya. Itupun belum pernah terimpikan akhir tahun lalu. Pikirku betapa kurangnya ucapan syukurku ini. Lha ya mbok bersyukur bisa ngredit Suzuki Guntur walopun "cuma" 125cc. Dengan cc yg segitu juga belum pernah lebih dari 110km/jam larinya. Secara kota kami tercinta penuh dengan lampu merah dan persimpangan jalan...Mau ngebut sebentar harus ngerem lagi.
Kembali terngiang sebuah kata2 bijak yang pernah gue dengar..."Janganlah terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin engkau miliki, tetapi bersyukurlah atas segala sesuatu yang sudah kamu punya saat ini". Sering ada perasaan iri dan cemburu melihat harta benda orang lain yang ada di atas gue secara ekonomi. Kadang timbul perasaan rendah diri. Juga kadang timbul pertanyaan: Kok bisa ya tuh orang beli barang yang semahal itu? Apa belinya pake duit semua? Gak dicampur ama daun pisang? Hahaha.
Nerimo (menerima apa adanya) bukan berarti membuat kita menjadi apatis dan bermalas-malasan. Buat gue tidak ada prinsip : Milik mah moal kamamana (sunda artinya: kalau udah jadi rejeki kita tidak akan ke mana2, trus datang sendiri.) Bukan itu yang Tuhan mau kita lakukan. Kita harus bekerja keras seoptimal kita. Firman Tuhan berkata: Kerjakanlah apa yang menjadi bagianmu, maka Aku (Tuhan) akan menyelesaikannya bagianKu. Bahasa Inggerisnya mah, Do all your best, God do the Rest. So, kesimpulannya: Bersyukurlah senantiasa atas apapun yang sudah kau dapatkan, dan bekerja keraslah sehingga kau mendapatkan apa yang menjadi kebutuhanmu sesuai dengan rencana Tuhan.
Amin.
Semoga menjadi berkat dan tetap setia pada komitmen yang sudah kita buat, selamat menjalani hidup dengan indah bersama Tuhan.
Wednesday, August 20, 2008
Hold ur breaths...
It's nice to be important...
Shalom all,
VIP, Very Important People...who will reject this status? We must be proud of this status, want to achieve it, keep it till the end of time. Become VIP or VVIP is amazing moment in our life. Preferred seat, exclusively serverd and many more advantage will make us have higher confidence like never before.
In the street we have fore-rider with blink2 sirene. There is no traffic jam, nor red light before us. Every pairs of eye point to us.
It is nice to be important people, but the most important is being nice people.
Important people make others affraids of you, Nice people make others admires u!!!!
Now, it's our choice : VIP or VNP
God bless u all...
VIP, Very Important People...who will reject this status? We must be proud of this status, want to achieve it, keep it till the end of time. Become VIP or VVIP is amazing moment in our life. Preferred seat, exclusively serverd and many more advantage will make us have higher confidence like never before.
In the street we have fore-rider with blink2 sirene. There is no traffic jam, nor red light before us. Every pairs of eye point to us.
It is nice to be important people, but the most important is being nice people.
Important people make others affraids of you, Nice people make others admires u!!!!
Now, it's our choice : VIP or VNP
God bless u all...
Tuesday, August 19, 2008
Try to English Blogging
Dear all,
Since today, 19th August, 2008 I'll try to blog in English. Sorry for bad one...Just try to be more actual person :))
Practicing my english, improving my ability and become smart-looking husband and father is my short term aim.
Your advice will enhanced me. Thank you all. GBU
Sunday, August 17, 2008
63 tahun kita Merdeka, semerdeka apa ya?

Dirgahayu Indonesia. Selamat ulang tahun ke 63 ya...
Bila diibaratkan manusia, usia 63 itu adalah usia yang luar biasa matang seharusnya. Di usia itu, manusia sudah bukan lagi manusia produktif (berdasarkan asumsi bahwa kalo usia segitu karyawan udah pensiun dari pekerjaannya). Tetapi ada juga yang masih berkarya dan bekerja keras. Malah banyak pejabat yang masih berusia kepala 6 saat ini. Kalo boss usia segitu udah jadi komisaris misalnya. Hehehe.
Nah di usia yang ke-63 ini jangan kita bertanya apa yang sudah diberikan oleh negeri ini pada rakyatnya. Banyak kekurangan di sana sini. Masih banyak rakyat miskin di pelosok negeri ini. Tetapi di satu sisi ada banyak koruptor yang bergelimang harta. Weleh2 kalau diteruskan sepertinya 2 halaman blog juga gak ada habisnya.
Saat ini mari kita kesampingkan hal-hal itu. Seperti yang dikatakan oleh salah satu tokoh besar AS (JFK, kalo salah tolong dikoreksi)...Jangan kita bertanya apa yang sudah diberikan oleh negara ini kepada kita, tetapi apakah yang kita berikan pada negara ini.
Banyak dari kita yang tidak mampu untuk membuat iklan diri seperti tokoh2 yang berambisi menjadi pemimpin baru di 2009 nanti. Kita tidak punya slogan semacam Hidup adalah Perbuatan, Di mana ada kemauan di situ ada jalan, Bersama Kita Bisa dan semacamnya. Kita juga tidak mampu merangkul rakyat miskin atau golongan petani yang harus kita cintai. Bukan ... bukan itu yang bisa kita mulai sekarang dari diri kita sendiri. Mari bangga menjadi bangsa Indonesia, bangga punya budaya yang demikian beragam. Bangga dan bersyukur karena negara kita damai dan relatif aman jika dibandingkan dengan negara2 lain yang dalam perang dan konflik. Berdoalah bagi bangsa ini. Semakin banyak lutut yang tertekuk, semakin banyak doa harapan yang terucap. Semakin indah negeri kita. Negeri ini butuh lebih dari sekedar slogan semata. Negeri ini butuh hal2 nyata. Disiplin dari diri sendiri, tertib di jalan, tidak korupsi dalam bentuk apapun juga, menghormati sebelahmu, simpati pada yang membutuhkan, mau mendengar itu cuma sedikit contoh yang bisa kita lakukan.
63 tahun merdeka. Sekali merdeka bukan merdeka sekali (merdeka banget). Ingat merdeka bukan membuat orang lain menjadi tidak merdeka. Merdeka bukan berteriak lantang sementara saudaramu terbelenggu... merdeka lah berbuat baik, merdeka lah berbakti pada negeri ini. Merdeka lah berdoa buat Indonesia. Negeri kita tercinta ini.
Amin.
(logo 63 tahun diambil dari http://hakimtea.com/)
Bila diibaratkan manusia, usia 63 itu adalah usia yang luar biasa matang seharusnya. Di usia itu, manusia sudah bukan lagi manusia produktif (berdasarkan asumsi bahwa kalo usia segitu karyawan udah pensiun dari pekerjaannya). Tetapi ada juga yang masih berkarya dan bekerja keras. Malah banyak pejabat yang masih berusia kepala 6 saat ini. Kalo boss usia segitu udah jadi komisaris misalnya. Hehehe.
Nah di usia yang ke-63 ini jangan kita bertanya apa yang sudah diberikan oleh negeri ini pada rakyatnya. Banyak kekurangan di sana sini. Masih banyak rakyat miskin di pelosok negeri ini. Tetapi di satu sisi ada banyak koruptor yang bergelimang harta. Weleh2 kalau diteruskan sepertinya 2 halaman blog juga gak ada habisnya.
Saat ini mari kita kesampingkan hal-hal itu. Seperti yang dikatakan oleh salah satu tokoh besar AS (JFK, kalo salah tolong dikoreksi)...Jangan kita bertanya apa yang sudah diberikan oleh negara ini kepada kita, tetapi apakah yang kita berikan pada negara ini.
Banyak dari kita yang tidak mampu untuk membuat iklan diri seperti tokoh2 yang berambisi menjadi pemimpin baru di 2009 nanti. Kita tidak punya slogan semacam Hidup adalah Perbuatan, Di mana ada kemauan di situ ada jalan, Bersama Kita Bisa dan semacamnya. Kita juga tidak mampu merangkul rakyat miskin atau golongan petani yang harus kita cintai. Bukan ... bukan itu yang bisa kita mulai sekarang dari diri kita sendiri. Mari bangga menjadi bangsa Indonesia, bangga punya budaya yang demikian beragam. Bangga dan bersyukur karena negara kita damai dan relatif aman jika dibandingkan dengan negara2 lain yang dalam perang dan konflik. Berdoalah bagi bangsa ini. Semakin banyak lutut yang tertekuk, semakin banyak doa harapan yang terucap. Semakin indah negeri kita. Negeri ini butuh lebih dari sekedar slogan semata. Negeri ini butuh hal2 nyata. Disiplin dari diri sendiri, tertib di jalan, tidak korupsi dalam bentuk apapun juga, menghormati sebelahmu, simpati pada yang membutuhkan, mau mendengar itu cuma sedikit contoh yang bisa kita lakukan.
63 tahun merdeka. Sekali merdeka bukan merdeka sekali (merdeka banget). Ingat merdeka bukan membuat orang lain menjadi tidak merdeka. Merdeka bukan berteriak lantang sementara saudaramu terbelenggu... merdeka lah berbuat baik, merdeka lah berbakti pada negeri ini. Merdeka lah berdoa buat Indonesia. Negeri kita tercinta ini.
Amin.
(logo 63 tahun diambil dari http://hakimtea.com/)
Subscribe to:
Posts (Atom)