Monday, October 13, 2008

Ekspresi lewat kata2

Apa kabar dunia maya...
(masih sodara nya luna maya..hihih)
 
Tuhan menciptakan manusia begitu uniknya. Unik dan ajaib. Ada yang tinggi dan begitu indah kelihatannya, ada juga yang kecil tapi tidak begitu indah...
 
Nah mari kita cek diri kita apa, termasuk jenis yang indah di hadapan manusia saja secara kosmetika tapi tidak indah di hadapan Tuhan yang membuat kita. Ato sebaliknya?
 
Bukan berarti Tuhan tidak membuat kita indah. Ciptaan Tuhan pada mulanya adalah sempurna. Manusia lah yang membuat dirinya tidak sempurna. Memberi nilai lebih yang keterlaluan, sehingga membuat keanehan tersendiri. Huaaaaaaaaaaaa manusia itu kita, saya dan anda mungkin termasuk golongan itu.
 
Pernahkah kita menyesali bentuk tubuh kita yang kurang atletis dan ritmis (kaya pesenam ato peraga wati dan sebagainya). Atau berpikir kalo bisa memilih dilahirkan di keluarga yang kaya raya dan terkenal. Trus mending jadi orang Eropa dibandingkan orang Asia yang kadang dipandang sebelah mata. Tidak ada sisi positif ketika melihat diri sendiri. Haduhhhhhhhhh kasihan sekali ya diri kita ini.
 
Di sisi dalemannya...ada manusia yang ekspresif dan lawannya yaitu impresif. Semua yang ada pada hati si ekspresif tercetak di wajahnya...sebaliknya si impresif dari wajahnya kita sering menemukan misteri bukan miskakap. Piyuhhhhh...
 
Nah begitu juga untuk ngeblog...kadang ada ide kadang ide nya kabur dibawa angin ribut puting beliung......wussssssssssssssssssssssssssssssssss..................
 
 
 

Tuesday, October 7, 2008

Doa Pietra

Dear all,
 
Pietra kami sekarang sudah bisa berdoa. Doa untuk makan dan doa tidur.
Kalo mau makan (sering lagi intensitasnya wakakak), langsung tutup mata dan lipat tangan dan ngomong gini:
 
"Su..Ta Mau Kan...Su Ti...Yayah..A....miiiiiii"
 
Hehehe....
 
Mudah2an ini menjadi bekal buat Pietra menjalani hidup yang penuh tantangan ini. Jalani hidup dengan mengucap syukur ya nak. Ingat selalu ama Tuhan Yesus. Doain juga Papi n Mami agar selalu setia pada Tuhan dan mendidik Pietra menjadi anak yang indah di hadapanNya.
 
A........miiiiiiiiiiiiiiiiiiiii......................

Friday, September 26, 2008

Sharing....



Hi, it's time to share each other...

Thursday, September 11, 2008

Begitu Berharganya Sehat Ketika Kita Sakit

Shalom semuanya,
Kita tidak pernah akan merasakan bagaimana nikmatnya sehat tanpa kesakitan apapun kalau tidak pernah merasakan sakit.
Ketika salah satu organ tubuh atau anggota tubuh kita sakit, selemah atau sekecil apapun itu, maka seluruh tubuh kita akan merasakannya. Kecuali ada bagian tubuh kita yang mati rasa.
 
Sudah 3 hari ini kaki kiri saya sakit. Entah asam urat atau terkilir dengan tidak sengaja. Jalan pun seperti orang yang baru pulang dari perang ganas atau pertandingan sepakbola liga kambing di kampung dalam rangka 17an. Hahahaha...
Ada yang mengajak balap lari. Ada yang menertawakan. Ada yang prihatin dan pasang muka sedih. Tapi seberat2 mata memandang, lebih berat bahu memikul. Sesakit-sakit orang melihat saya terpincang-pincang, lebih sakit kaki saya yang terpincang-pincang.
 
Begitu enaknya kondisi sehat, ketika kita merasakan penyakit atau sakit.
 
Lebih baik mencegah daripada mengobati kata orang bijak. Tapi kalau sudah sakit begini ya jangan merintih. Tetapi bersyukur karena kita masih diberi rasa sakit dan kesembuhan setelahnya.
 
Amin.
 
Semoga menjadi berkat.

Thursday, September 4, 2008

Character

"Character is doing the right thing when nobody's looking. There are too many people who think that the only thing that's right is to get by, and the only thing that's wrong is to get caught."

-J. C. Watts

Sunday, August 24, 2008

Thankful euy...

Don't be unhappy if your dreams never come true -- just be thankful your nightmares don't.

quoted link

Saturday, August 23, 2008

Antara Ksatria Jepang dan Guntur



Dear all, Setelah mencoba bersusah payah blogging dalam bhs. Inggris, akhirnya gue kembali ke asal dulu. Berbahasa Indonesia yang mudah untuk gue tulis. Kekekeek.. Seminggu yang lalu (atau lebih) ada sebuah motor keren singgah di tempat parkir tamu di kantor. Warnanya Hijau Muda kinclong, dengan sebuah helm bermerk motor tersebut di setang setirnya. Wuihhhhhh dari balik jendela kaca kulihat benda berharga puluhan juta itu. Langsung keluar kantor sebentar untuk memastikan apakah benar itu sebuah Kawasaki Ninja 250R. Dan ternyata saudara2 sebangsa dan setanah air juga se blogger emang benar demikian adanya. Usut sana usut sini, tanya sana tanya sini akhirnya ketahuan pemilik atau penunggang kuda besi beroda itu. Beliau adalah mantan karyawan di kantor gue.

Sejurus kemudian, tangan ini gatal untuk menyentuh nya. (untung bukan menggaruknya...hihi). Terbayang betapa gagahnya gue kalo duduk di atas jok nya. Dan juga betapa kurang percayanya teman2 kantor kalau gue adalah si empunya. (merendahkan hati menaikkan mutu). Pas istirahat impian gue sedikit terkabul dengan dipinjamkannya kunci motor itu. Dengan langkah gagah dan pasti, gue hampiri motor itu, memasukkan kunci ke lubangnya, terlebih dulu menitipkan helm pada temen gue yg satu lagi. Berlanjut memundurkan sedikit, dan BREMMMMM si Ksatria Jepang berkupluk ini pun berdehemm. Masukin gigi satu dan ngacir...weleh2 tenaganya ya...Seputaran aja di depan lobi kantor sudah cukup untuk merasakan sensasinya. Buru2 gue simpen lagi, takut ntar ada keingingan lebih untuk memiliki.

Setelah turun, gue seperti diingatkan untuk melihat lagi diri gue sendiri. Setiap orang tidak pernah merasa puas. Begitu pun adanya gue. Sebuah Guntur sudah gue punya. Itupun belum pernah terimpikan akhir tahun lalu. Pikirku betapa kurangnya ucapan syukurku ini. Lha ya mbok bersyukur bisa ngredit Suzuki Guntur walopun "cuma" 125cc. Dengan cc yg segitu juga belum pernah lebih dari 110km/jam larinya. Secara kota kami tercinta penuh dengan lampu merah dan persimpangan jalan...Mau ngebut sebentar harus ngerem lagi.

Kembali terngiang sebuah kata2 bijak yang pernah gue dengar..."Janganlah terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin engkau miliki, tetapi bersyukurlah atas segala sesuatu yang sudah kamu punya saat ini". Sering ada perasaan iri dan cemburu melihat harta benda orang lain yang ada di atas gue secara ekonomi. Kadang timbul perasaan rendah diri. Juga kadang timbul pertanyaan: Kok bisa ya tuh orang beli barang yang semahal itu? Apa belinya pake duit semua? Gak dicampur ama daun pisang? Hahaha.

Nerimo (menerima apa adanya) bukan berarti membuat kita menjadi apatis dan bermalas-malasan. Buat gue tidak ada prinsip : Milik mah moal kamamana (sunda artinya: kalau udah jadi rejeki kita tidak akan ke mana2, trus datang sendiri.) Bukan itu yang Tuhan mau kita lakukan. Kita harus bekerja keras seoptimal kita.
Firman Tuhan berkata: Kerjakanlah apa yang menjadi bagianmu, maka Aku (Tuhan) akan menyelesaikannya bagianKu. Bahasa Inggerisnya mah, Do all your best, God do the Rest. So, kesimpulannya: Bersyukurlah senantiasa atas apapun yang sudah kau dapatkan, dan bekerja keraslah sehingga kau mendapatkan apa yang menjadi kebutuhanmu sesuai dengan rencana Tuhan.
Amin.


Semoga menjadi berkat dan tetap setia pada komitmen yang sudah kita buat, selamat menjalani hidup dengan indah bersama Tuhan.