Wednesday, February 8, 2012

(e-RH) Februari 08 -- ROH PENGENALAN AKAN TUHAN


e -RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
    Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 8 Februari 2012
Bacaan : Efesus 1:15-23
Setahun: Keluaran 28-29
Nats: "...supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk
      mengenal Dia dengan benar" (Efesus 1:17)

Judul:

                      ROH PENGENALAN AKAN TUHAN

  Dalam sebuah konferensi Alkitab, Prof. Ludwig Kopfwissen dari
  Universitas Wissenheim menyampaikan ma kalah "Doktrin Paulus tentang
  Pembenaran oleh Iman". Ia menjelaskan dok trin ini dengan sangat
  baik. Di akhir kuliahnya, semua pendengar memberikan tepuk tangan
  yang meriah kare na mereka begitu kagum. Namun, sebelum kembali ke
  tempat duduknya, ia meng ucapkan komentar yang amat mengejutkan,
  "Tetapi, semuanya hanyalah omong kosong!" Sang pakar Alkitab
  ternyata bukanlah seorang yang beriman. Bagaimana bisa seseorang
  yang meneliti dan menguasai firman Tuhan, tetapi tidak percaya pada
  Tuhan?

  Hal ini sangatlah mungkin karena firman Tuhan tak pernah berdiri
  sendiri untuk menjamah dan mengubah hati orang. Kuasa firman Tuhan
  berasal dari pekerjaan Roh Kudus dalam hati seseorang. Demikianlah
  keyakinan Paulus. Sebab itu, ia ber doa supaya Roh Kudus senantiasa
  menolong orang percaya un tuk me ngenal Tuhan (ayat 17). Roh
  Kuduslah yang dapat mene rangi hati kita untuk memahami pengharapan,
  kemuliaan, kuasa, dan karya Bapa melalui Kristus untuk menebus dunia
  ini (ayat 18-21).

  Tanpa Roh Kudus, kita tidak akan mengalami kuasa transformasi dari
  firman-Nya dalam kehidupan ini. John Owen, teolog dari abad ke-17,
  memperingatkan kita, "Jika Roh Kudus tidak bekerja bersama
  firman-Nya maka Alkitab hanyalah kumpulan huruf mati." Adakah kita
  senantiasa bergantung pada Roh Kudus saat mem- baca dan mendengarkan
  firman-Nya? Berdoalah selalu agar Roh Kudus membuka hati kita setiap
  kali berhadapan dengan firman-Nya. --JIM

                      DALAM SEKOLAH KEHIDUPAN
        ROH KUDUS ADALAH GURU DAN ALKITAB ADALAH BUKU WAJIBNYA

e-RH Situs:  http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-02-08
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/02/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
        http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/02/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                http://alkitab.sabda.org/?Efesus+1:15-23

  Efesus 1:15-23

  15  Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan
      Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus,
  16  akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku
      selalu mengingat kamu dalam doaku,
  17  dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa
      yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan
      wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
  18  Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti
      pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa
      kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang
      kudus,
  19  dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan
      kekuatan kuasa-Nya,
  20  yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia
      dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya
      di sorga,
  21  jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan
      kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut,
      bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan
      datang.
  22  Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus
      dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari
      segala yang ada.
  23  Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi
      semua dan segala sesuatu.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Keluaran+28-29
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+28-29

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Tuesday, February 7, 2012

(e-RH) Februari 07 -- "AKU BENCI MELIHATNYA!"

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
    Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 7 Februari 2012
Bacaan : Yesaya 1:10-20
Setahun: Keluaran 25-27
Nats: " ...belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan,
      kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim,
      perjuangkanlah perkara janda-janda!" (Yesaya 1:17)

Judul:

                      "AKU BENCI MELIHATNYA!"

  Melihatlah bersama saya. Sudah tak terhitung gereja yang berdiri
  tegak hari-hari ini, dengan jemaat yang berkembang. Ibadah
  spektakuler makin sering kita temui. Di dalamnya, orang-orang
  kristiani bersorak-sorai memuja hadirat Tuhan.

  Melihatlah bersama Yesaya. Apa yang terjadi di surga, sementara di
  bumi, Yerusalem beria-ria dengan persembahan domba dan lembu mahal
  (ayat 11) dan perayaan-perayaan rutin yang fantastis (ayat 13-14)?
  Ironis! Melihat semuanya itu, Yang Mahakudus mencela karena jijik
  (ayat 11-14). "Aku benci melihatnya! Tanganmu penuh dengan darah!"
  (ayat 14-15). Allah bahkan menyetarakan Yehuda dengan manusia Sodom
  dan Gomora (ayat 10)! "Inilah kesalahan Sodom ... kecongkakan,
  makanan yang berlimpah-limpah dan kesenangan hidup ada padanya dan
  pada anak-anaknya perempuan, tetapi ia tidak menolong orang-orang
  sengsara dan miskin" (Yehezkiel 16:49). Allah tak terkesan dengan
  ibadah, perayaan, atau persembahan yang hebat namun penuh
  kemunafikan. Dia geram. Meski ada kemegahan di dalam tembok rumah
  ibadah, kesengsaraan dan kemiskinan masih bercokol di luar tembok
  (ayat 17).

  Lihat, setelah sekian tahun gereja bertumbuh, bukankah kondisi
  orang-orang di jalanan tak banyak berubah? "Garam" tak lagi asin;
  "terang" redup nyalanya. Hari ini, pesan Yesaya menghardik umat
  Tuhan yang merasa diri tengah baik-baik saja. Ada dua pilihan: taat
  dan ambil ba gian dalam pekerjaan pelayanan di tengah dunia yang Dia
  kasihi, atau mengabaikan gelisah hati untuk kesekian kali de ngan
  risiko berhadapan langsung dengan kedahsyat-an murka-Nya (ayat 20).
  --ZDK

                "DI MANA KITA, KALA BANYAK PENINDASAN;
            HAMBA KEGELAPAN, PARA PENYEMBAH KENYAMANAN?"
            (MARS KAMP NASIONAL MAHASISWA PERKANTAS 2010)

e-RH Situs:  http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-02-07
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/02/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
        http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/02/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                http://alkitab.sabda.org/?Yesaya+1:10-20

  Yesaya 1:10-20

  10  Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom!
      Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora!
  11  "Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?" firman TUHAN; "Aku
      sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan
      akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan
      domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai.
  12  Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang
      menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran
      Bait Suci-Ku?
  13  Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab
      baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru
      dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan
      melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan.
  14  Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang
      tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku,
      Aku telah payah menanggungnya.
  15  Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan
      memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa,
      Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan
      darah.
  16  Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu
      yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat,
  17  belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah
      orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara
      janda-janda!
  18  Marilah, baiklah kita berperkara! --firman TUHAN--Sekalipun
      dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju;
      sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi
      putih seperti bulu domba.
  19  Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan
      hasil baik dari negeri itu.
  20  Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan
      oleh pedang." Sungguh, TUHAN yang mengucapkannya.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Keluaran+25-27
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+25-27

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Sunday, February 5, 2012

Renungan Harian 5 February 2012

e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 5 Februari 2012
Bacaan : Ibrani 6:9-20
Setahun: Keluaran 19-21
Nats: Pengharapan itu sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang
telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir ... (Ibrani 6:19)

Judul:

SAUH BAGI JIWA

Siapa yang tidak takut ketika harus menghadapi badai besar di
tengah lautan? Angin dan ombak yang besar itu dapat membuat kapal
yang kita tumpangi menjadi kandas. Pada saat seperti itulah sebuah
sauh atau jangkar diturunkan ke dasar laut. Ukuran jangkar jelas
sangat kecil bila dibandingkan dengan ukuran kapal, namun perannya
sangat besar untuk menahan kapal dari terjangan ombak.

Alkitab mengibaratkan pengharapan kepada Tuhan seperti jangkar.
Dengan jangkar itulah orang dapat bertahan dalam badai
ketidakpastian hidup. Seperti pengalaman Abraham. Istrinya sudah
menopause dan dirinya juga sudah begitu tua. Mungkinkah ia akan bisa
mendapatkan keturunan seperti yang dijanjikan Tuhan? Penantian
panjang ini seperti badai yang dapat menggoyahkan iman Abraham.
Namun Alkitab mencatat, Abraham menanti dengan sabar (ayat 15).
Mengapa? Karena Abraham tahu kepada Siapa ia meletakkan
pengharapannya (ayat 16-18). Penulis kitab Ibrani mendorong jemaat
Tuhan yang mulai goyah imannya untuk memiliki pengharapan yang
demikian (ayat 11-12).

Tuhan kita adalah Tuhan yang selalu menepati janji-Nya. Dia tidak
pernah berdusta. Apakah kita sungguh meletakkan pengharapan kita
kepada-Nya? Menanti memang adalah pekerjaan yang tidak menyenangkan,
tetapi menanti adalah bukti kesungguhan iman dan pengharapan kepada
Pribadi yang memberikan janji itu. Jangan berusaha menjawab
pergumulan dengan cara kita sendiri. Jangan pernah meninggalkan
pengharapan kita dalam Tuhan. Pengharapan itulah sauh bagi jiwa,
yang akan menjaga kita untuk tidak goyah diombang-ambingkan badai
kehidupan. --VT

KITA DAPAT BERHARAP PADA JANJI-JANJI TUHAN
KARENA KITA TAHU DIA YANG MENJANJIKANNYA SETIA

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-02-05
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/02/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/02/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Ibrani+6:9-20

Ibrani 6:9-20

9 Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami
berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki
sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan.
10 Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu
dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan
kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai
sekarang.
11 Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan
kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik
yang pasti, sampai pada akhirnya,
12 agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut
mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa
yang dijanjikan Allah.
13 Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia
bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang
lebih tinggi dari pada-Nya,
14 kata-Nya: "Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau
berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak."
15 Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh
apa yang dijanjikan kepadanya.
16 Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah
itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala
bantahan.
17 Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima
janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat
diri-Nya dengan sumpah,
18 supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana
Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan,
beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang
terletak di depan kita.
19 Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita,
yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,
20 di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia,
menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai
selama-lamanya.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Keluaran+19-21
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+19-21


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Sent from my BlackBerry Wireless Handheld
Powered by Gee! from StarHub

Saturday, February 4, 2012

(e-RH) Februari 04 -- KESADARAN BARU

Sent from my BlackBerry Wireless Handheld
Powered by Gee! from StarHub

-----Original Message-----
From: e-RH <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Date: Fri, 03 Feb 2012 11:10:00
To: e-RH<i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Reply-To: e-RH <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Subject: (e-RH) Februari 04 -- KESADARAN BARU

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 4 Februari 2012
Bacaan : Filipi 3:1-16
Setahun: Keluaran 16-18
Nats: Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang
kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap
rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia
daripada semuanya (Filipi 3:7-8)

Judul:

KESADARAN BARU

Setiap orang pasti punya sesuatu yang dibanggakan: kekayaan,
pendidikan, pengalaman, koneksi, status, dan sebagainya. Hal-hal
yang semestinya menjadi sampiran itu sedikit banyak seperti
memberikan identitas pada diri kita. Jika tak hati-hati, siapa diri
kita akan ditentukan oleh apa yang ada dan melekat dalam diri kita.
Ini berbahaya.



Paulus, dalam perjalanan hidupnya, mengalami pengalaman yang
sedemikian mengubahkan sehingga segala macam sampiran hebat pada
masa lalu, kini baginya adalah sampah. Bahasa asli yang dipakai
Paulus ialah: "kotoran". Penyebab perubahan itu ialah: pengenalan
akan Kristus (ayat 8). Namun demikian, Paulus tetap sadar bahwa
pengalaman itu adalah pengalaman anugerah, bukan pengalaman untuk
mengendalikan Tuhan. Ia tetap sadar akan ketidaksempurnaannya:
"Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna
... aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya ..."
(ayat 12). Pengalamannya dengan Tuhan tidak membuatnya sombong pun
takabur. Bukan karena ia telah me nangkap Kristus, melainkan justru
ia te-lah ditangkap Kristus. Paulus juga tak ingin dipenjara oleh
pengalaman rohani hebat masa lalu. Baginya hidup rohani berarti
berjalan maju menapaki masa kini menuju masa depan.



Bagaimana dengan kita? Apakah kita hanya larut dalam kebanggaan
kita-pada masa lalu? Ataukah kita sadar penuh bahwa kita mesti
selalu berjuang, dalam anugerah Allah, untuk makin lama makin
mengenal-Nya? Kiranya teladan rasul Paulus meletakkan kehausan dan
kerinduan dalam hati kita untuk hidup makin mengasihi Tuhan. --DKL

Apakah yang lebih bernilai dalam hidup ini
selain kesempatan untuk makin mengenal-Nya hari lepas hari?

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-02-04
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/02/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/02/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Filipi+3:1-16

Filipi 3:1-16

1 Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan. (3-1b)
Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan
memberi kepastian kepadamu.
2 Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap
pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap
penyunat-penyunat yang palsu,
3 karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh
Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh
percaya pada hal-hal lahiriah.
4 Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal
lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya
pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi:
5 disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku
Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum
Taurat aku orang Farisi,
6 tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam
mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.
7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang
kuanggap rugi karena Kristus.
8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan
Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh
karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan
menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
9 dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena
mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena
kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah
anugerahkan berdasarkan kepercayaan.
10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya
dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi
serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.
12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah
sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga
menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah
menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang
telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di
hadapanku,
14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu
panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
15 Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan
jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan
dinyatakan Allah juga kepadamu.
16 Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita
lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Keluaran+16-18
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+16-18


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

(e-RH) Februari 03 -- FACE THE BOOK

Sent from my BlackBerry Wireless Handheld
Powered by Gee! from StarHub

-----Original Message-----
From: e-RH <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Date: Thu, 02 Feb 2012 11:10:00
To: e-RH<i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Reply-To: e-RH <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Subject: (e-RH) Februari 03 -- FACE THE BOOK

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 3 Februari 2012
Bacaan : Mazmur 119:1-24
Setahun: Keluaran 13-15
Nats: Hancur jiwaku karena rindu kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu
(Mazmur 119:20)

Judul:

FACE THE BOOK

Jonathan Edwards mencatat bagaimana ia face the Book, memandang
Alkitab: "Di dalam diri saya tumbuh kesukaan yang sangat besar akan
Alkitab, lebih dari buku apa pun. Seringkali ketika membacanya,
setiap kata terasa menyentuh hati saya. Saya merasakan harmoni
antara sesuatu di hati saya dengan kata-kata yang indah dan kuat
dari Alkitab. Saya sering seperti melihat begitu banyak terang yang
dipancarkan oleh setiap kalimat, seperti menikmati makanan lezat
yang disajikan, sehingga saya terhenti melanjutkan pembacaan saya.
Sering saya sampai lama merenung kan satu kalimat Alkitab, untuk
melihat keajaiban di dalamnya; namun hampir semua kalimat tampaknya
penuh dengan keajaiban."



Mazmur 119 juga dipenuhi gairah kecintaan yang besar dari penulisnya
dalam face the Book. Perhatikan pilihan kata-katanya: "Atas petunjuk
peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta
... firman-Mu tidak akan kulupakan ... Hancur jiwaku karena rindu
kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu ... aku merenungkannya sepanjang
hari ... semuanya itu kegirangan hatiku ... perintah-perintah-Mu
lebih daripada emas, bahkan daripada emas tua ... Aku berpegang pada
peringatan-peringatan-Mu, dan aku amat mencintainya. (ayat 14, 16,
20, 97, 111, 127, 167).



Becermin pada pemazmur dan Edwards, kita mendapati kerohanian kita
yang pucat, disiplin rohani yang tertatih, dan kerinduan yang
kerontang. Mari meminta Tuhan memenuhi kita dengan cinta pada
penyataan-penyataan Diri-Nya, kerinduan dan sukacita untuk face the
Book setiap hari. --JOO

HATI YANG MENCINTAI TUHAN MELUAP
MERINDUKAN PENYATAAN-PENYATAAN-NYA

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-02-03
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/02/03/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/02/03/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+119:1-24

Mazmur 119:1-24

1 Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang
hidup menurut Taurat TUHAN.
2 Berbahagialah orang-orang yang memegang
peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati,
3 yang juga tidak melakukan kejahatan, tetapi yang hidup menurut
jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya.
4 Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, supaya
dipegang dengan sungguh-sungguh.
5 Sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu!
6 Maka aku tidak akan mendapat malu, apabila aku mengamat-amati
segala perintah-Mu.
7 Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku
belajar hukum-hukum-Mu yang adil.
8 Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah
tinggalkan aku sama sekali.
9 Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih?
Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.
10 Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku
menyimpang dari perintah-perintah-Mu.
11 Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa
terhadap Engkau.
12 Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu
kepadaku.
13 Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan.
14 Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti
atas segala harta.
15 Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati
jalan-jalan-Mu.
16 Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak
akan kulupakan.
17 Lakukanlah kebajikan kepada hamba-Mu ini, supaya aku hidup, dan
aku hendak berpegang pada firman-Mu.
18 Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban
dari Taurat-Mu.
19 Aku ini orang asing di dunia, janganlah sembunyikan
perintah-perintah-Mu terhadap aku.
20 Hancur jiwaku karena rindu kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu.
21 Engkau menghardik orang-orang yang kurang ajar, terkutuklah
orang yang menyimpang dari perintah-perintah-Mu.
22 Gulingkanlah dari atasku cela dan penghinaan, sebab aku memegang
peringatan-peringatan-Mu.
23 Sekalipun pemuka-pemuka duduk bersepakat melawan aku, hamba-Mu
ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.
24 Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi
penasihat-penasihatku.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Keluaran+13-15
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+13-15


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Wednesday, February 1, 2012

[SITYB] Manfaat Baca Alkitab.

From: sis mira uineke

*copas dari temen. (Semoga Bermanfaat )

Alkitab Menyehatkan

Berdasarkan riset dari Prof Dr Jeffrey Leven dan Dr David Larsen (Washington Times, 30 Juli 1996),

dilaporkan bahwa apabila orang membaca Alkitab secara teratur, ini bukan saja baik bagi jiwanya, tetapi juga baik bagi tubuhnya.

Mereka melakukan penelitian terhadap lebih dari 500 orang, selama berbulan-bulan.
Ditemukan bahwa pada mereka yang membaca Alkitab secara teratur:

# mempunyai tekanan darah lebih rendah
# tingkat depresi lebih rendah
# lebih sedikit penderita penyakit jantung
# jarang yang kecanduan obat maupun alkohol
# jarang terjadi perpecahan dalam perkawinan
# tingkat kesehatannya jauh lebih baik

Dan berdasarkan laporan dari Religion in American Life, para peneliti menemukan bahwa mereka yang sering membaca Alkitab, mempunyai kemungkinan 50% jauh lebih banyak untuk menolak obat-obatan yang terlarang, daripada mereka yang tidak pernah membaca Alkitab.

Di samping itu di tempat pekerjaan mereka, mereka memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi di atas rata-rata.
mari kita renungkan dan lihat diri kita.
(Semoga  ini mberikan pencerahan bagi kita smua....sudahkah anda membaca alkitab hari ini?

Just do it n feel the difference

Regards :

Mira.S




(e-RH) Februari 01 -- BAPA

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
    Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 1 Februari 2012
Bacaan : Roma 8:12-17
Setahun: Keluaran 7-9
Nats: ... kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah.
      Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" (Roma 8:15)

Judul:

                                BAPA

  Bilquis Sheikh menuliskan kisah hidupnya dalam buku I Dared to
  Call Him Father. "Aku tiba-tiba menyadari bahwa Dia mendengarkanku.
  Sama seperti bapaku di dunia mendengarkanku ... Tiba-tiba aku merasa
  ada orang lain yang hadir di situ. Dia ada di situ. Aku bisa
  merasakan hadirat-Nya ... Aku merasa seperti gadis kecil yang duduk
  di pangkuan Bapanya, " demikian ia menulis. Kenyataan bahwa ia bisa
  memanggil Allah dengan sebutan Bapa membawa Bilquis merasakan
  kasih-Nya yang luar biasa.

  Rasul Paulus, dalam suratnya kepada jemaat di Roma juga membukakan
  betapa luar biasanya hal ini. Ia menulis bahwa orang-orang kristiani
  yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak-anak Allah (ayat 14), dan
  sebagai anak, kita bisa memanggil-Nya de ngan sebutan Bapa.
  Perhatikanlah berkat Bapa bagi anak-anak-Nya. Pertama, kita diberi
  kemampuan untuk mematikan perbuatan-perbuatan daging (ayat 13). Itu
  artinya kita diberi kesanggupan untuk menolak dosa, berkata tidak
  terhadap pencobaan. Kedua, kita tidak lagi menerima roh perbudakan
  yang membuat kita takut (ayat 15). Ketiga, kita adalah ahli waris
  dari janji-janji Allah (ayat 17). Berkat-berkat yang hebat dari Bapa
  yang hebat!

  Seberapa sering kesadaran bahwa kita punya Bapa di surga mewarnai
  kehidupan kita sehari-hari? Kerap kita mengalah pada dosa,
  berputar-putar dalam ketakutan dan kekhawatiran hidup di dunia. Kita
  perlu lebih sering mengingat identitas kita sebagai anak Allah. Dan,
  biarlah rasa hormat dan sukacita mengalir deras di hati setiap kali
  secara sadar kita memanggil-Nya sebagai Bapa. --GS

                MEMANGGIL TUHAN DENGAN SEBUTAN BAPA
                  ADALAH HAK ISTIMEWA ANAK-ANAK-NYA

e-RH Situs:  http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-02-01
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/02/01/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
        http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/02/01/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                  http://alkitab.sabda.org/?Roma+8:12-17

  Roma 8:12-17

  12  Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan
      kepada daging, supaya hidup menurut daging.
  13  Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi
      jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu
      akan hidup.
  14  Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak
      Allah.
  15  Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu
      menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang
      menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba,
      ya Bapa!"
  16  Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah
      anak-anak Allah.
  17  Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris,
      maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah,
      yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika
      kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga
      dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Keluaran+7-9
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+7-9

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria