Friday, January 20, 2012

[SITYB] Supir Taksi Berbagi Kasih Imlek

From: Ricky Wijaya

"Jika kita hidup dengan nyaman, kita harus memikirkan orang lain yang kurang beruntung. Satu orang yang melakukan hal baik ibarat setitik sinar terang. Sekelompok orang yang melakukan hal baik adalah seperti Mercusuar yang bersinar. Dan jika kita semua bergabung, maka akan ada cahaya terang benderang di mana-mana.."

Seorang supir taksi di Dalian, Gu Qingtai setiap tahun merayakan Hari Pertama Tahun Baru sebagai Hari Ulang Tahun Kasih Sayang. Setiap Tahun Baru Imlek, Gu selalu menghias interior taksi bagian dalamnya dengan berbagai hiasan Imlek, dan sudah dua puluh tahun ini ia berbagi kasih dengan cara memberi tumpangan gratis kepada penumpang yang tidak mampu atau cacat, sebagai rasa syukur atas penghasilan yang telah ia peroleh.

Kini ada sekitar 60 supir taksi lain yang juga bergabung melakukan hal yang sama dengan Gu. Awal rasa syukur Gu adalah ketika pada tahun 1993 ia beralih dari buruh pabrik menjadi supir taksi dan mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Hingga pada suatu hari di tahun 1994, Gu mendapat penumpang seorang lelaki tua berusia 80 tahun di sebuah Rumah Sakit. Ketika sampai di tujuan, sang kakek dengan tangan gemetar membuka dompetnya yang kosong. Gu melihat hanya terdapat beberapa uang receh yang nilainya tidak seberapa. Lalu Gu menolak pemberian uang tersebut dengan sopan. Dari kejauhan ia dapat melihat sang kakek melambaikan tangan, dengan tangannya yang cacat.

Sejak itu terpatri kuat di dalam hati Gu, kapan saja ia bertemu dengan orang lemah yang membutuhkan, terutama orang cacat dan orang tua, ia akan membawa penumpangnya tersebut dengan gratis, walau mereka tidak mencegat taksinya untuk berhenti. Pada awalnya hal itu menimbulkan ketegangan di antara sesama supir taksi. Gu dianggap pamer, bahkan di dalam pergaulan ia disingkirkan oleh teman-temannya. Tetapi Gu tidak membalasnya, ia tetap teguh untuk menjalankan prinsipnya, sehingga pada akhirnya rekan-rekan sesama supir taksi dapat memahami dan memberinya simpati.

Gu membentuk kelompok "Gu Qingtai Taxi Love Team" dan mengajak serta para supir taksi lainnya untuk mau memiliki tanggung jawab sosial yang besar. Saat ini sudah ada terdaftar 60 taksi dan 120 supir dari berbagai perusahaan taksi di Dalian yang bergabung dengannya. Sejak bulan Mei 2008, tim tersebut telah membantu mengantar Qi Meijian dan saudara kembarnya yang berusia 10 tahun (keduanya penyandang cacat tubuh) dari rumah ke tempat pusat rehabilitasi, selama 10 bulan untuk terapi kesehatan.

Federasi Sumbangan Dailan juga menempatkan kotak sumbangan di dalam tim taksi, yang di mana penumpang terkadang memberi sumbangan uang koin bahkan uang kembalian di kotak tersebut. Gu tidak ingat berapa jumlah orang yang telah ia tolong, tetapi ia tidak akan pernah melupakan orang-orang yang telah mengirim lagu dan ucapan selamat kepadanya di radio sebagai ucapan terima kasih. Pada tahun 2005, Gu terpilih sebagai sebagai Pekerja Teladan Tingkat Nasional.

Petugas lokal Kantor Administrasi Lalu Lintas memberinya hadiah nomor plat mobil BT8888 dengan harapan taksi Gu dapat membawa keberhasilan dan keberuntungan lebih banyak lagi pada penumpangnya, dengan angka keberuntungan delapan.

Firman Tuhan berkata, "Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:14-16).

Biarlah lewat hidup kita dapat memberikan kesaksian hidup yang baik bagi sekitar kita, dan nama Tuhan dapat dipermuliakan melalui hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/SITYB/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/SITYB/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    SITYB-digest@yahoogroups.com
    SITYB-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    SITYB-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/



(e-RH) Januari 20 -- MEMBALAS KEJAHATAN

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
    Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 20 Januari 2012
Bacaan : Roma 12:17-21
Setahun: Kejadian 25-26
Nats: Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa
      yang baik bagi semua orang (Roma 12:17)

Judul:

                          MEMBALAS KEJAHATAN

  Toni jengkel. Sejak berdiri, pabriknya sering ditimpuki anak
  jalanan. Puluhan kali alarm pencuri berbunyi. Suatu hari
  dipergokinya 3 anak mencuri mangga di halaman. Mereka terpojok
  ketakutan. Toni naik darah, tetapi tiba-tiba teringat firman Tuhan:
  "Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan." Diberinya tiap anak
  satu mangga sambil dinasihati: "Lain kali minta saja, jangan
  mencuri." Dua hari kemudian, 5 anak datang minta mangga! Toni sabar
  melayani. Rela diganggu. Lama-lama, mereka datang tiap sore. Bukan
  lagi untuk minta mangga, melainkan untuk berteman. Mereka diajari
  baca tulis. Pabriknya jadi aman. Lebih lagi, anak-anak jalanan bisa
  belajar mengenal kasih Tuhan.

  Saat orang berbuat jahat, biasanya kita ingin membalas. Mengapa?
  Sebab kita merasa terganggu. Terluka. Jika membalas, ada rasa puas.
  Namun, pembalasan membuahkan pembalasan;melahirkan lingkaran dendam
  tak berkesudahan. Rasul Paulus memberi saran radikal: berbuat
  baiklah pada musuhmu! (ayat 17, 20). Tindakan kasih tanpa pamrih
  berkuasa menghancurkan hati lawan, mengubah dendam menjadi
  pengampunan (ayat 21). Kita bertanya, "Lantas bagaimana dengan
  kejahatan mereka? Tidakkah mereka harus menerima hukuman setimpal?"
  Soal pembalasan, kata Paulus, serahkan saja pada Tuhan (ayat 19).
  Bagian kita adalah menunjukkan kebaikan.

  Untuk bisa berbuat baik saat disakiti, kita harus bersabar
  menghadapi orang-orang yang sulit dan berhati bengkok. Untuk itu
  dibutuhkan penyangkalan diri. Ingat janji firman Tuhan. Memang tak
  mudah, namun hasilnya indah. Cobalah! --JTI

                    HANYA ORANG YANG RELA DIGANGGU
              DAPAT TUHAN PAKAI MENYENTUH HIDUP SESAMA

e-RH Situs:  http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-01-20
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/01/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
        http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/01/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                  http://alkitab.sabda.org/?Roma+12:17-21

  Roma 12:17-21

  17  Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa
      yang baik bagi semua orang!
  18  Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah
      dalam perdamaian dengan semua orang!
  19  Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut
      pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada
      tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan
      menuntut pembalasan, firman Tuhan.
  20  Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus,
      berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara
      api di atas kepalanya.
  21  Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah
      kejahatan dengan kebaikan!

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+25-26
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+25-26

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Thursday, January 19, 2012

Renungan Harian 19 Januari 2012

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


e-Renungan Harian

Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 19 Januari 2012

Bacaan : Galatia 5:16-26

Setahun: Kejadian 22-24

Nats: Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan

keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging - karena

keduanya bertentangan - sehingga kamu setiap kali tidak

melakukan apa yang kamu kehendaki (Galatia 5:17)



Judul:



ANTARA KARSA DAN KARYA



Menteri Rekonstruksi Jepang, Ryu Matsumoto, mengundurkan diri

karena telah bersikap kasar ketika berkunjung ke tempat korban

tsunami beberapa waktu yang lalu. Menarik untuk menyimak apa yang ia

jelaskan mengenai perilakunya: "Golongan darah saya B. Artinya saya

bisa meledak sewaktu-waktu dan maksud saya tidak selalu sama dengan

tindakan saya, " ujarnya. Apakah pernyataannya itu mengandung

kebenaran atau hanya untuk membela diri?







Sebenarnya, masalah ketidakserasian antara "keinginan melakukan"

(karsa) dengan "apa yang dilakukan" (karya) adalah masalah klasik

sejak dulu. Paulus menjelaskan penyebabnya: "keinginan Roh

berlawanan dengan keinginan daging, sehingga kamu setiap kali tidak

melakukan apa yang kamu kehendaki." Kita bisa mengetahui karsa mana

yang lebih kuat dalam diri seseorang dengan melihat karyanya.

Perbuatan daging adalah segala tindakan dosa (19-21) sedangkan buah

Roh adalah kasih, damai sejahtera dan segala hal baik lainnya

(22-23). Sebagai milik Kristus, seharusnya karsa Roh Kudus menguasai

hidup kita dan mengendalikan setiap karya kita (24-25).







Tidak mudah memang membuat serasi antara karsa dan karya sebagai

seorang anak Tuhan. Itu sebabnya kita tidak dapat melakukannya

sendiri. Kita perlu bergantung pada Roh Kudus untuk menolong kita.

Mari terus memberi diri dan mohon kepekaan mengikuti pimpinan-Nya.

Tindakan kita tidak tergantung pada golongan darah kita, tetapi

tergantung siapa yang memimpinnya. Apakah kita dipimpin oleh Roh

atau dikendalikan oleh kedagingan kita. Selamat dipimpin Roh! --ENO



BERILAH DIRI DIPIMPIN OLEH ROH KUDUS

ATAU KEDAGINGAN YANG AKAN MENGENDALIKAN KITA TERUS



e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-01-19

e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/01/19/

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Diskusi renungan ini di Facebook:

http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/01/19/

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Galatia+5:16-26



Galatia 5:16-26



16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti

keinginan daging.

17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan

keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena

keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan

apa yang kamu kehendaki.

18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka

kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa

nafsu,

20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati,

amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,

21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap

semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat

dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia

tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera,

kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang

hal-hal itu.

24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan

daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin

oleh Roh,

26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang

dan saling mendengki.



Bacaan Alkitab Setahun:

http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+22-24

Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+22-24





e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia

Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Wednesday, January 18, 2012

e-RH (Renungan Harian) 18 Januari 2012

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
    Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 18 Januari 2012
Bacaan : Efesus 4:17-32
Setahun: Kejadian 19-21
Nats: Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi
      pakailah perkataan yang baik untuk membangun, dimana perlu,
      supaya mereka yang mendengarnya beroleh anugerah (Efesus 4:29)

Judul:

                            PESAN TERAKHIR

  "Saya hanya ingin kamu tahu saya benar-benar mencintaimu. Saya
  ingin kamu berbuat baik, berbahagialah.... " Itulah potongan pesan
  terakhir yang sempat ditinggalkan Brian Sweeney dimesin penjawab
  telepon isterinya, sebelum pesawat yang ia tumpangi ditabrakkan
  pembajak ke gedung WTC, 9 September 2001. Pesan yang singkat,
  mengharukan, sekaligus menghangatkan hati yang mendengarnya.

  Perkataan yang baik, yang menguatkan, yang membangun orang lain,
  adalah salah satu hal yang didorong Rasul Paulus untuk dilakukan
  semua orang percaya, bukan saja menjelang akhir hidup, melainkan
  sejak menerima hidup baru di dalam Kristus (ayat 20-24). Hidup baru
  perlu diwujudkan dalam kehidupan nyata setiap hari, termasuk melalui
  setiap perkataan yang keluar dari mulut kita. Yang dimaksud perkataan
  baik tidak berarti kata-kata yang romantis belaka, tetapi apa yang
  meneguhkan, menguatkan, ramah, penuh kasih dan pengampunan
  (ayat 29,32). Berbanding terbalik dengan kata-kata kotor yang
  merusak (ayat 31).

  Mana yang lebih banyak keluar dari mulut kita setiap hari? Perkataan
  yang baik atau justru yang merusak? Ucapan yang membawa orang
  mengagumi Tuhan, atau malah yang membuat mereka kehilangan rasa
  hormat dan kasih pada-Nya? Sobat, jangan tunggu detik-detik terakhir
  untuk mengucapkan tutur kata yang baik. Kita tidak tahu kapan saat
  itu tiba. Hidupilah setiap hari seolah-olah itu adalah hari terakhir
  kita. Mohon Roh Kudus memberi hikmat agar setiap orang yang
  mendengar perkataan kita dapat beroleh kasih karunia Tuhan-SST

                PAKAILAH SETIAP KESEMPATAN YANG ADA
          MEMBAWA ORANG SELANGKAH LEBIH DEKAT KEPADA KRISTUS

e-RH Situs:  http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-01-18
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/01/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
        http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/01/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                http://alkitab.sabda.org/?Efesus+4:17-32

  Efesus 4:17-32

  17  Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan:
      Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal
      Allah dengan pikirannya yang sia-sia
  18  dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan
      Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena
      kedegilan hati mereka.
  19  Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri
      kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam
      kecemaran.
  20  Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus.
  21  Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran
      di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
  22  yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu,
      harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh
      nafsunya yang menyesatkan,
  23  supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
  24  dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut
      kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang
      sesungguhnya.
  25  Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada
      yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
  26  Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa:
      janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu
  27  dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.
  28  Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia
      bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya
      sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang
      berkekurangan.
  29  Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi
      pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu,
      supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
  30  Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah
      memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
  31  Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah
      hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala
      kejahatan.
  32  Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh
      kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam
      Kristus telah mengampuni kamu.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+19-21
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+19-21


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Tuesday, January 17, 2012

Thinking Out of The Box

Selamat malam,


Sering aku merasa nyaman akan situasi yang terjadi. Status quo membuat kita lupa diri.

Satu per satu rutinitas buat aku kehilangan arti.

Pernah coba untuk keluar demi pengembangan diri?

Keluar dari kotak yang membelenggu kreatifitas diri sendiri?


Yuk ah.


Published with Blogger-droid v2.0.3

(e-RH) Januari 17 -- HANYA SATU JALAN?

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
    Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 17 Januari 2012
Bacaan : Kisah Para Rasul 4:1-13
Setahun: Kejadian 16-18
Nats: Tidak ada keselamatan di dalam siapapun juga selain di dalam
      Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lainyang
      diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan
      (Kisah Para Rasul 4:12)

Judul:

                          HANYA SATU JALAN?

  Apakah Yesus satu-satunya jalanbagi keselamatan manusia? Men-jawab
  pertanyaan ini, Robertson McQuilkin memberi suatu analogi. Bayangkan
  Anda adalah satpam rumah sakit yang bertugas di lantai 10. Anda tahu
  lokasi tangga darurat yang denahnya sudah ditandai dengan jelas.
  Ketika terjadi kebakaran besar, tepatkah jika Anda mendiskusikan
  kemungkinan adanya jalan aman selain melalui tangga darurat tersebut
  atau kemungkinan selamat jika terjun dari lantai 10? Tanggapan
  paling tepat adalah membawa semua pasien secepat mungkin menuju
  tangga darurat.

  Petrus dan Yohanes ditangkap, ditahan, dan disidang. Mereka diancam
  dan dilarang keras untuk berbicara tentang Yesus. Namun, mereka
  tidak dapat dihentikan. Alasannya lugas dan logis: Jika keselamatan
  bagi manusia di seluruh dunia hanya ada di dalam iman kepada karya
  Yesus (ayat 12), bagaimana mungkin tidak menyebarluaskan pengalaman
  dan kabar baik ini kepada semua orang (ayat 20)? Tidak mungkin.
  Yesus sendiri pernah mengajar mereka, "Tidak ada seorang pun yang
  datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6).

  Pertanyaan besarnya bukanlah mengapa jalan keselamatan hanya satu
  atau bagaimana nasib kekal dari orang-orang yang terhilang. Misteri
  besarnya ialah mengapa kita sibuk melakukan banyak hal yang baik,
  tetapi tak sempat mengusahakan agar semua orang mendengar Firman
  kehidupan dalam Kristus yang memerdekakan.

  Daripada mencari alasan pemaaf bagi kita untuk tidak membagikan
  kabar kelepasan ini, mari kita mencari cara kreatif untuk
  menyampaikannya kepada sebanyak mungkin orang --JOO

                PAKAILAH SETIAP KESEMPATAN YANG ADA
          MEMBAWA ORANG SELANGKAH LEBIH DEKAT KEPADA KRISTUS

e-RH Situs:  http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-01-17
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/01/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
        http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/01/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:        http://alkitab.sabda.org/?Kisah+Para+Rasul+4:1-13

  Kisah Para Rasul 4:1-13

  1  Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak,
      mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait
      Allah serta orang-orang Saduki.
  2  Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak
      dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara
      orang mati.
  3  Mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan
      harinya, karena hari telah malam.
  4  Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang
      menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima
      ribu orang laki-laki.
  5  Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan
      ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem
  6  dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan
      semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar.
  7  Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai
      diperiksa dengan pertanyaan ini: "Dengan kuasa manakah atau
      dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?"
  8  Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai
      pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua,
  9  jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada
      seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang
      itu disembuhkan,
  10  maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel,
      bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu
      salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang
      mati--bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan
      sehat sekarang di depan kamu.
  11  Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang
      bangunan--yaitu kamu sendiri--,namun ia telah menjadi batu
      penjuru.
  12  Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam
      Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang
      diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."
  13  Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan
      mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar,
      heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut
      Yesus.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+16-18
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+16-18

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

[SITYB] Rantai Kendali Bapak Tukang Monyet

From: Ricky Wijaya

"Dung.. Dung.. Dung.. Dung.." Demikianlah suara dari musik bapak tukang monyet yang sore itu berhenti di depan rumah orangtua saya. Kami sengaja memanggilnya untuk menghibur anak-anak. Segera setelah bapak tukang monyet itu berhenti, anak-anak dari tetangga juga ikut datang dan berkerumun. Tampak terlihat mereka sangat antusias menunggu kapan acara tersebut berlangsung. Bapak tukang monyet mulai mengeluarkan semua alat permainan yang dibutuhkan, alat musik yang akan dia mainkan, dan tak lupa juga hewan monyetnya sendiri.

Acara dimulai. Sang monyet pun siap beraksi dengan segala perlengkapan yang sudah disediakan dan melakukan instruksi yang telah diperintahkan oleh bapak tukang monyet tersebut. Anak-anak tetangga yang melihat berteriak bahagia melihat monyet yang beraksi dan berusaha menggoda mereka. Anak-anak saya pun juga ikut tertawa melihat lucunya tingkah laku monyet yang sedang beraksi. Saat melihat acara tersebut, Roh Kudus berbisik dengan lembut di dalam hati saya..

"Demikian juga dengan hidup dari orang-orang yang dikuasai Iblis. Iblis memiliki rantai kuasa yang mengikat dan mengendalikan hidup mereka. Sebenarnya mereka dapat mematahkan rantai kuasa tersebut dengan datang kepada-Ku, mengaku dan meninggalkan dosa-dosa mereka, dan Aku yang akan mematahkan rantai tersebut. Tetapi pada kenyataannya, mereka lebih menikmati untuk hidup berada di bawah kendali rantai kuasa Iblis yang menyiksa hidup mereka."

Mendengar hal itu, saya terdiam. Tanpa kita sadari, dosa telah ditawarkan kepada kita tidak berupa kemasan yang sesungguhnya. Dosa sering kali dikemas berupa "buah yang ranum dan mengilap" (menggoda untuk dimakan) atau dikemas dalam bentuk "kado yang dibungkus dengan kertas yang menawan." Sangat jarang kita menemukan kemasan dosa dalam rupa yang sesungguhnya. Yang sering kita temukan hanyalah orang-orang yang telah tertipu setelah memakan "buah yang ranum" tersebut.

Jangan pernah tertipu untuk "memakan buah" tersebut. Anda tidak boleh dan tidak harus memakannya. Anda diciptakan untuk bergaul erat dengan Pencipta Anda, yaitu Tuhan Yesus, bukannya menemani Iblis di Neraka. Ingatlah baik-baik tujuan awal diciptakan Neraka: Hanya bagi Iblis dan teman-temannya. Jangan mendengarkan bujuk rayu Iblis yang mengatakan bahwa Anda terlalu tidak layak untuk memiliki hubungan yang intim dengan Allah, kenyataannya adalah Allah sendiri yang mengajak kita untuk datang dan memiliki hubungan yang karib dengan-Nya (Matius 11:28-30; Imamat 10:3; Mazmur 25:14).

Ketika kita menikmati acara dari bapak tukang monyet tersebut, kita sering melihat (dan menilai), bahwa monyet yang beraksi sangat pintar melakukan segala atraksi yang diinstruksikan. Tidak sedikit dari kita yang kemudian melanjutkan asumsi dengan, "Mungkin monyet tersebut bisa melakukan segala atraksi karena dilatih secara terus-menerus. Bisa karena terbiasa." Hal itu memang benar. Tetapi pernahkah Anda memperhatikan tangan dari bapak tukang monyet yang memegang rantai tersebut? Di sanalah letak kendali kenapa monyet tersebut mau melakukan segala instruksi yang diperintahkan.

Terkadang rantai tersebut diulur, ada kalanya rantai itu ditarik agar monyet tersebut tidak lari ke mana-mana, ada juga terkadang rantai tersebut ditarik disentak dengan paksa untuk menunjukkan kendali dari bapak tukang monyet tersebut.

Sama seperti kita yang lebih suka diikat oleh rantai tersebut. Hidup dalam dosa mungkin terlihat nikmat saat berada di dalam dunia, tetapi Anda harus memaksa diri untuk berpikir berkali-kali karena kelak harus mempertanggung-jawabkannya di Penghakiman Terakhir. Tidak ada perkataan dan perbuatan yang tidak dipertanggung-jawabkan, ketika kita harus berdiri di hadapan Hakim atas hidup kita. Semuanya terbuka dan tidak ada yang tersembunyi di hadapan-Nya.

Ada kabar baik bagi Anda yang tidak mampu untuk melepas "rantai" yang terus memaksa Anda untuk berbuat dosa. Ada harapan bagi Anda yang selama ini hati dan hidupnya hampa dan merasa tak ada tujuan di dalam hidup ini. Ijinkan saya sebagai seorang sahabat menceritakan Seseorang yang telah mengubah hidup saya.

2000 sekian tahun yang lalu, ada Tuhan Yesus yang sudah mematahkan kuasa Iblis bagi kita. Dia tidak sekadar Pencipta alam semesta, tetapi Dia juga Tuhan yang sangat mengasihi hidup Anda (Yohanes 3:16; 1 Yohanes 1:9). Sampai saat ini, Tuhan Yesus masih menawarkan kemerdekaan rohani bagi orang-orang yang diperbudak dan dibelenggu oleh kuasa dosa. Keselamatan dan kemerdekaan dari dan atas dosa menjadi milik kita ketika menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi di dalam hidup kita.

Kematian Yesus telah mengubah masa depan hidup manusia yang tadinya akan berakhir dalam kebinasaan di Neraka, menjadi kehidupan kekal bersama dengan Allah di Sorga. Hari ini undangan-Nya yang luar biasa itu datang kepada kita. Maukah Anda menerima-Nya? Jangan pernah menyia-siakan kesempatan ini di dalam hidupmu, bertobatlah dan terimalah kebebasan atas dosa dan segala kutuk yang mengikat hidup kita melalui Tuhan Yesus. Sebab Anda tidak tahu kapan waktu Anda dipanggil "pulang." Hidup di dalam kemerdekaan sejati hanya ada jika kita tinggal di dalam Yesus Kristus.

Anda tidak harus mentaati apa yang dikatakan oleh Iblis. Terlebih lagi, Anda tidak harus hidup di bawah kendali rantai kuasanya. Ketika ia berkata, "Ayo marah.. Ayoo marahh.." Anda masih memiliki pilihan untuk sabar dan menahan diri. Ketika Iblis berkata, "Ayo tersinggung.. Ayoo sakiti sesamamu.. Balas perbuatan jahatnya.." Anda tidak harus mentaatinya. Salah satu "pembalasan terjahat" untuk orang lain yang telah berbuat jahat kepada Anda adalah dengan berbuat baik dan memberkati hidupnya (Roma 12:19-21).

Saya membayangkan apa yang dilakukan monyet tersebut bila ia mau berhenti dari "permainan perbudakan" itu. Mungkin dia akan memegang rantai yang mengikat lehernya dan langsung melepas ke atas ikatan rantai di lehernya. Atau mungkin dia akan mendatangi bapak tukang monyet dan merebut paksa rantai tersebut dengan kekerasan.. Hm.. Atau dia akan langsung menggergaji rantai tersebut, saat bapak tukang monyet tidak menyadarinya. Apa pun dapat dilakukan monyet tersebut untuk bebas dari permainan itu.. Bila ia mau, tentunya..

Maukah Anda terbebas dari rantai ikatan kuasa dosa tersebut? Ada Tuhan Yesus yang sangat menyayangi dan sangat rindu untuk memiliki hubungan pribadi dengan Anda. Pertanyaannya adalah: Maukah Anda?